Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jateng Terbentuk 100%, Sekda Sumarno Beri Apresiasi dan Ingatkan Pentingnya Integritas Pengurus

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:17 WIB
Sekda Jateng Sumarno wakili Gubernur Ahmad Luthfi membuka Rapat Konsolidasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (20/10/2025) malam.
Sekda Jateng Sumarno wakili Gubernur Ahmad Luthfi membuka Rapat Konsolidasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (20/10/2025) malam.

RADARSOLO.COM-Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Jawa Tengah sudah terbentuk 100%.

Totalnya sebanyak 8.523 Koperasi Desa Merah Putih Yang Terdaftar, dengan 3.891 koperasi sudah beroperasi di 35 kabupaten-kota, dan 4.632 koperasi dalam tahap persiapan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno memberikan apresiasi atas pembentukan KDKMP 100% di Jateng.

Hal itu disampaikan Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka Rapat Konsolidasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (20/10/2025) malam.

Menurut dia, KDKMP merupakan pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh, modern dan berdaya saing.

Sebagai visi Presiden Prabowo dalam menguatkan ekonomi kerakyatan, Pemprov Jateng mendukung percepatan operasional KDKMP tersebut.

Meskipun demikian, dia mengingatkan, ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) setelah pembentukan KDKMP di Jawa Tengah.

PR utama yang harus segera diselesaikan adalah terkait sarana prasarana dan penguatan kapasitas pengurus koperasi.

Koperasi yang terbentuk diharapkan mengutamakan kepentingan anggota dan membentuk ekosistem ekonomi yang kuat di tingkat desa.

Sumarno mengisahkan pengalamannya di masa silam bersama Koperasi Unit Desa (KUD), terutama pengusaha sapi perah di Boyolali.

Sebagai putra asli daerah tersebut, pengalaman kurang menyenangkan dari KUD, adalah kepentingan pengurus yang diutamakan dibandingkan anggota.

Baca Juga: Pemprov Jateng Kaji Pengembalian Kebijakan 6 Hari Sekolah, Wagub Taj Yasin Beri Penjelasan

"Kita memiliki pengalaman masa silam dengan KUD, tujuannya bagus, namun pada pelaksanaannya justru mengutamakan kepentingan pengurus," ungkap Sekda.

"Kita tidak ingin mengulang sejarah yang kurang baik tersebut. Langkahnya dilakukan melalui peningkatan kapasitas pengurus seperti saat ini," beber Sumarno.

Koperasi Adalah dari Anggota untuk Anggota, Pemprov Jateng Awasi Integritas Pengurus Demi Ekonomi Kerakyatan Kuat

Sumarno berpesan tentang integritas yang harus dimiliki oleh pengurus koperasi.

Menurutnya, semua lini kehidupan harus mengutamakan integritas, sehingga pengurus koperasi nantinya benar-benar menjalankan amanah dan bertanggung jawab.

"Koperasi adalah dari anggota untuk anggota. Jangan sampai ada dari anggota untuk pengurus. Kewajiban kami di pemerintah untuk mengawasi agar hal tersebut tidak terjadi," pungkasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramiyanto dalam laporannya mengatakan, dengan terbentuknya lebih dari 8.523 KDPMP, maka akan ada lebih dari 17.000 pengurus yang memerlukan penguatan kapasitas.

Dikatakan dia, acara capacity building tingkat provinsi ini berlangsung hingga 22 Oktober 2025, dan diikuti perwakilan kabupaten/kota.

Sehingga, diharapkan akan dapat dilaksanakan kegiatan serupa untuk kabupaten/kota.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, capaian KDKMP meliputi 136.112 anggota aktif, dengan modal bersama sektor usaha dominan senilai Rp25,2 miliar.

Adapun usaha yang dilakukan meliputi laku pandai, pertanian, peternakan, penjualan gas elpiji, sembako, apotek, klinik, cold storage, logistik dan simpan pinjam. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#ekonomi #integritas #Sekda Jateng Sumarno #Koperasi Kelurahan Merah Putih #Koperasi Desa Merah Putih