Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Geger Voice Note Isu Penculikan Anak Bikin Panik Warga Palembang, Polisi Panggil Pembuat Huru-Hara 

Syahaamah Fikria • Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:08 WIB
Ilustrasi penculikan anak.
Ilustrasi penculikan anak.

RADARSOLO.COM — Warga Palembang digemparkan dengan viral voice note dan video yang beredar di grup WhatsApp, mengabarkan adanya penculikan anak di wilayah Ilir Timur I.

Pesan suara berdurasi 34 detik itu menimbulkan kepanikan luas, terutama di kalangan orang tua murid.

Polisi pun langsung turun tangan,hingga memanggil pelaku pembuat huru-hara voice note isu penculikan.

Awal Mula Geger Isu Penculikan

Isu ini mencuat sejak Rabu (29/10/2025), ketika pesan suara atau voice note seorang perempuan menyebar cepat di media sosial.

Dalam rekaman itu, ia memperingatkan warga agar mewaspadai aksi penculikan anak di beberapa sekolah dasar (SD).

Tak hanya itu, pesan tersebut disertai video seorang anak kecil terbungkus kain dengan kondisi mengenaskan, yang disebut-sebut sebagai korban penculikan di Palembang.

Kabar tersebut langsung membuat geger warga dan orang tua.

Mereka bahkan nekat menjemput anak-anak dari sekolah lebih awal lantaran takut dengan isu tersebut.

Selain itu, grup-grup WhatsApp warga dan sekolah dipenuhi peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Atas viral voice note dan video isu penculikan, polisi langsung bertindak cepat menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Setelah melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut dalam pesan, yakni Jalan Damai Lorong Puding, RT 20, Kecamatan Ilir Timur I, aparat tidak menemukan kejadian apapun yang berkaitan dengan penculikan anak.

Ketua RT setempat bahkan menegaskan bahwa kabar tersebut hanyalah cerita karangan dari salah satu orang tua siswa yang iseng membuat pesan suara tanpa bukti.

"Dari hasil penyelidikan, video yang beredar ternyata berasal dari daerah lain, bukan Palembang. Jadi informasi tentang penculikan anak itu murni hoaks,” tegas Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

Polisi Panggil Pembuat Voice Note

Menindaklanjuti kasus ini, polisi memanggil pembuat pesan suara tersebut untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak bermaksud menyebarkan berita bohong, melainkan hanya ingin mengingatkan warga agar lebih hati-hati.

“Yang bersangkutan sudah kami periksa. Ia mengaku tidak berniat membuat heboh, tapi tindakannya tetap menyebabkan kepanikan publik,” kata Kombes Harryo.

Polisi menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu, termasuk melalui pesan suara dan video, dapat dijerat Undang-Undang ITE karena menimbulkan keresahan masyarakat.

Imbau Warga Lebih Bijak

Menanggapi kegaduhan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palembang turut menenangkan para orang tua murid.

Mereka memastikan tidak ada laporan penculikan di sekolah mana pun, dan seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.

Kapolrestabes Palembang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#penculikan anak #palembang #viral #hoaks #video #penculikan #voice note