RADARSOLO.COM – Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Raja ke-12 Keraton Solo itu memimpin selama lebih dari dua dekade sebelum berpulang pada Minggu (2/11/2025) pagi.
Di balik kiprahnya sebagai pemimpin tertinggi adat dan budaya Jawa, kehidupan pribadi Sinuhun PB XIII ternyata penuh kisah menarik, termasuk soal keluarga dan keturunannya.
Raja Solo yang Memimpin Selama 21 Tahun
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, atau lengkapnya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIII Hangabehi, naik takhta pada 10 September 2004, menggantikan ayahandanya, Pakubuwono XII, yang wafat pada 11 Juni 2004.
Sebelum menjadi raja, beliau dikenal dengan nama Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi, putra tertua PB XII.
Selama 21 tahun memimpin, PB XIII dikenal sebagai sosok yang berupaya menjaga kelestarian tradisi dan harmoni di lingkungan Keraton Solo, terutama di tengah dinamika internal yang cukup kompleks.
Tiga Kali Menikah
Semasa hidupnya, Sinuhun Pakubuwono XIII tercatat pernah menikah tiga kali.
Pernikahan pertamanya dengan KRAy Endang Kusumaningdyah atau Nuk Kusumaningdyah, berakhir dengan perceraian sebelum ia naik tahta.
Ia kemudian menikah dengan KRAy Winari Sri Haryani, yang juga berpisah sebelum penobatannya sebagai raja.
Pernikahan ketiganya dengan Asih Winarni, yang bergelar KRAy Adipati Pradapaningsih atau GKR Pakubuwana, menjadi yang paling dikenal publik.
Dari permaisuri ketiganya inilah lahir calon penerus tahta Keraton Solo.
Dikaruniai Tujuh Anak
Dari tiga kali pernikahan tersebut, PB XIII dikaruniai tujuh orang anak. Mereka adalah:
- GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani
- GRAy Devy Lelyana Dewi
- GRAy Dewi Ratih Widyasari
- GRAy Sugih Oceania
- KGPH Hangabehi
- GRAy Putri Purnaningrum
- KGPH Puruboyo
Dua di antaranya merupakan putra laki-laki, yakni KGPH Hangabehi dan KGPH Puruboyo.
Putra Mahkota yang Dipilih Sejak 2022
Sebelum wafat, PB XIII telah menyiapkan penerus tahta. Dalam upacara Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 pada 27 Februari 2022, beliau secara resmi menobatkan putra bungsunya, KGPH Puruboyo sebagai putra mahkota.
Gelar KGPH Puruboyo yakni menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.
Puruboyo atau KGPAA Hamangkunegoro adalah putra PB XIII dari permaisuri GKR Pakubuwana.
Nama lahirnya, Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko, berubah setelah diangkat menjadi pewaris tahta. Saat penobatan, ia masih berusia sekitar 20 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.
Penobatan tersebut dipimpin langsung oleh Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo, dengan dasar hasil musyawarah keluarga besar Keraton Surakarta.
Selain KGPAA Hamangkunegoro yang memiliki bakat mendalang sejak kecil, PB XIII juga memiliki seorang putra lain bernama GRM Suryo Suharto atau KGPH Mangkubumi.(ria)
Editor : Syahaamah Fikria