Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Heboh Petisi Tolak Kebijakan Sekolah 6 Hari yang Diterapkan Mulai Semester Depan di Jateng, Apa Isi Tuntutannya?

Alfida Nurcholisah • Rabu, 19 November 2025 | 16:53 WIB

Apa Isi Tuntutannya?
Apa Isi Tuntutannya?

RADARSOLO.COM - Rencana penerapan kembali sistem sekolah enam hari di Jawa Tengah pada semester mendatang memantik gelombang penolakan di kalangan pelajar.

Di tengah persiapan Disdikbud Jateng yang mulai menata ulang penempatan guru dan kepala sekolah agar lebih dekat dengan domisili, sebuah petisi yang dibuat oleh seorang siswa bernama Alfariz Hadi justru viral di media sosial.

Petisi tersebut, yang berisi keberatan atas usulan belajar enam hari untuk jenjang SMA/SMK, dengan cepat memperoleh dukungan besar.

Hingga Rabu (19/11/2025) pukul 09.40 WIB, lebih dari 16.000 siswa telah menandatangani petisi yang meminta pemerintah provinsi membatalkan rencana tersebut.

Latar Kebijakan Sekolah 6 Hari

Disdikbud Jateng sebelumnya menyampaikan bahwa sistem enam hari belajar akan diberlakukan mulai Januari 2026.

Baca Juga: Kejutan Pendidikan Jateng, Kebijakan Sekolah Enam Hari Siap Jalan Lagi, Disdikbud Mulai Mutasi Guru Dekat Domisili

Bahkan, demi mempersiapkan perubahan itu, sejumlah guru dan kepala sekolah dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah.

Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, menegaskan mutasi tersebut dilakukan agar tenaga pendidik dapat bekerja lebih optimal ketika kebijakan enam hari mulai dijalankan.

Meski demikian, sebagian cabang dinas masih menunggu instruksi resmi.

Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah V, Agung Wijayanto, mengaku kebijakan itu baru sebatas pembahasan dalam forum diskusi dan belum masuk tahap sosialisasi ke sekolah.

Ia menyebut sekolah sebenarnya pernah melalui pola enam hari sehingga pelaksanaannya bukan hal baru, meski tetap memiliki kelebihan dan kekurangan.

Isi Petisi & Alasan Penolakan Kebijakan Sekolah 6 Hari

Di sisi lain, petisi yang dibuat Alfariz Hadi memuat sejumlah argumentasi tentang pentingnya mempertahankan sistem lima hari belajar.

Dalam petisi itu dijelaskan bahwa sejak diberlakukannya sekolah lima hari, banyak siswa merasakan perubahan positif—mulai dari meningkatnya kesehatan mental, waktu istirahat yang lebih memadai, hingga kesempatan berkumpul dengan keluarga selama akhir pekan.

Petisi tersebut menilai alasan pemerintah untuk menambah hari masuk sekolah, termasuk untuk meningkatkan pengawasan siswa, tidak mencerminkan kebutuhan dan kondisi yang dirasakan para pelajar.

Menurut Alfariz dan para pendukungnya, beban akademik saat ini sudah cukup berat sehingga penambahan satu hari sekolah justru berpotensi membuat siswa semakin kelelahan dan kurang produktif.

Ia juga menegaskan bahwa sejumlah survei dari berbagai lembaga pendidikan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan performa akademik sejak sistem lima hari diterapkan.

Karena itu, para siswa meminta Pemprov Jateng kembali mengkaji usulan ini dan mempertahankan pola belajar yang ada.

Seruan dari Ribuan Pelajar Terkait Penolakan Kebijakan Sekolah 6 Hari

Melalui petisi tersebut, ribuan siswa menyuarakan permohonan agar hak mereka atas keseimbangan hidup—antara sekolah dan waktu istirahat—tetap dijaga.

Para penandatangan berharap pemerintah mau mendengar aspirasi mereka sebelum kebijakan sekolah enam hari benar-benar diterapkan pada semester depan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#sekolah enam hari #disdikbud jateng #Semester #viral #jateng #full day school #petisi