RADARSOLO.COM - Update Bencana Sumatera, sebanyak 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami dampak serius akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dalam keterangannya pada Jumat (28/11/2025), menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 34 orang.
Sementara 33 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Ribuan kepala keluarga juga dilaporkan terjebak dan menunggu evakuasi.
Baca Juga: Sumut Berduka: 13 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah
Pemkab Tapanuli Tengah saat ini tengah mengurus penerbitan Surat Tanggap Darurat serta surat permohonan kepada Badan Pangan Nasional untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi dapur umum dan posko pengungsian.
Di Posko Pengungsian GOR Pandan, tercatat ada 347 pengungsi, yang terdiri dari 89 pria dewasa, 96 wanita dewasa, 109 anak-anak, 43 bayi, dan 10 lansia.
Masinton menjelaskan bahwa banjir dan longsor juga mengakibatkan listrik padam total di seluruh wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Gangguan serupa terjadi pada jaringan telekomunikasi dan internet, membuat akses komunikasi terputus.
Tak hanya itu, akses jalur lintas Sumatra dari arah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, hingga Tapanuli Selatan/Kota Padangsidimpuan turut terputus akibat longsor, sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Sebagai langkah darurat, Masinton menegaskan bahwa penyaluran bantuan kini hanya dapat dilakukan melalui jalur laut dan udara, termasuk melalui Bandara Pinangsori di Tapanuli Tengah.(np)
Editor : Nur Pramudito