Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Langit Indonesia Dipenuhi Fenomena Astronomi Desember 2025, dari Supermoon hingga Hujan Meteor

Nur Pramudito • Selasa, 2 Desember 2025 | 19:47 WIB

Langit Indonesia Dipenuhi Fenomena Astronomi Desember 2025, dari Supermoon hingga Hujan Meteor
Langit Indonesia Dipenuhi Fenomena Astronomi Desember 2025, dari Supermoon hingga Hujan Meteor

RADARSOLO.COM - Fenomena astronomi akan menghiasi langit Indonesia sepanjang Desember 2025, mulai dari supermoon hingga beragam hujan meteor yang dapat diamati tanpa alat bantu khusus.

Bulan ini menjadi salah satu periode paling padat aktivitas langit, sehingga para pecinta langit malam disarankan untuk mencatat jadwalnya.

Berikut rangkaian fenomena astronomi Desember 2025 yang dirangkum dari laman In The Sky.

1. Hujan Meteor Pheonicid – 2 Desember

Hujan meteor Pheonicid mencapai puncaknya pada 2 Desember.

Meskipun bukan fenomena astronomi paling terang, Pheonicid terkenal menampilkan meteor lambat dengan cahaya yang lembut.

Baca Juga: Fenomena Cuaca Panas Menyengat Terasa di Wilayah Indonesia? Ini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Pancaroba

Pengamatan terbaik dilakukan setelah tengah malam.

Jika langit cerah, meteor-meteor akan melintas dari arah rasi Phoenix di langit selatan.

Fenomena ini turut menambah daftar hujan meteor Desember 2025.

2. Supermoon / Full Cold Moon – 4 Desember

Pada 4 Desember, supermoon atau Full Cold Moon akan terlihat lebih besar dan lebih cerah karena posisi Bulan lebih dekat dari biasanya.

Fenomena astronomi ini dapat diamati langsung dari berbagai wilayah, bahkan dari kota besar.

Cahaya super terang dari supermoon diperkirakan akan sedikit memengaruhi pengamatan hujan meteor di periode yang berdekatan.

Momentum ini menjadi salah satu ikon astronomi Desember 2025.

3. Hujan Meteor Fi Cassiopeid – 6 Desember

Fenomena hujan meteor Fi Cassiopeid memuncak pada 6 Desember 2025.

Berasal dari rasi Cassiopeia, fenomena ini memiliki intensitas rendah namun tetap menarik untuk disaksikan.

Lokasi ideal adalah tempat dengan minim polusi cahaya agar meteor cepat dari langit utara lebih mudah terlihat.

4. Hujan Meteor Puppid–Velid – 7 Desember

Hujan meteor Puppid–Velid yang bersumber dari rasi Puppis dan Vela akan mencapai puncaknya pada 7 Desember.

Posisi Indonesia yang berada di selatan khatulistiwa menjadikannya lokasi ideal untuk menikmati fenomena astronomi ini.

Baca Juga: Fenomena Kemarau Basah di Boyolali: Anggaran Dropping Air Dikurangi, BPBD Ingatkan Warga Waspada Bencana Lain

Meskipun intensitasnya tidak tinggi, meteor yang melintas sering kali memiliki lintasan panjang dan mencolok.

5. Hujan Meteor Monocerotid – 9 Desember

Hujan meteor Monocerotid dikenal sebagai fenomena yang tidak menentu.

Pada puncaknya tanggal 9 Desember 2025, hujan meteor ini berpotensi menampilkan ledakan aktivitas singkat yang cukup intens.

Ketidakpastian tersebut membuatnya dinantikan para pengamat fenomena astronomi yang berharap menyaksikan meteor cepat yang muncul sporadis.

6. Hujan Meteor Sigma Hydrid – 12 Desember

Pada 12 Desember, hujan meteor Sigma Hydrid mencapai puncaknya.

Berasal dari rasi Hydra, fenomena astronomi ini menghadirkan meteor cepat dengan cahaya yang tajam.

Area yang lapang dan minim hambatan visual sangat disarankan untuk menikmati salah satu hujan meteor yang khas di Desember 2025.

7. Hujan Meteor Geminid – 14 Desember

Geminid adalah fenomena hujan meteor paling ditunggu sepanjang astronomi Desember 2025.

Berasal dari asteroid 3200 Phaethon, Geminid terkenal dengan intensitas tinggi, bahkan mencapai puluhan meteor per jam di kondisi langit gelap sempurna.

Puncaknya pada 14 Desember menjadi salah satu momen terbaik untuk menikmati pertunjukan langit yang spektakuler dari rasi Gemini.

8. Hujan Meteor Comae Berenicid – 16 Desember

Comae Berenicid memuncak pada 16 Desember.

Meski intensitasnya rendah, hujan meteor ini tetap menjadi bagian dari rangkaian padat fenomena astronomi Desember 2025.

Lokasi yang benar-benar gelap sangat membantu untuk menangkap kilatan meteor redup dari rasi Coma Berenices.

9. Hujan Meteor Leonis Minorid – 20 Desember

Pada 20 Desember, Leonis Minorid akan mencapai puncaknya.

Aktivitasnya rendah, sehingga pengamat perlu mencari lokasi gelap untuk melihat meteor-meteor redup yang melintas dari rasi Leo Minor.

Fenomena ini sekaligus menandai semakin dekatnya momen solstis.

10. Titik Balik Matahari – 21 Desember

Solstis Desember terjadi pada 21 Desember 2025, ketika Matahari berada di posisi paling selatan.

Fenomena astronomi ini menandai mulai masuknya musim dingin di belahan Bumi utara dan musim panas di selatan.

Dampaknya terlihat pada perbedaan panjang siang dan malam di berbagai wilayah dunia.

11. Hujan Meteor Ursid – 22 Desember

Menutup deretan fenomena astronomi Desember 2025, hujan meteor Ursid memuncak pada 22 Desember.

Meski lebih mudah diamati dari belahan bumi utara, beberapa wilayah Indonesia bagian utara masih berpeluang melihat sebagian aktivitasnya.

Meskipun intensitasnya rendah, Ursid tetap menjadi penutup yang menarik dalam rangkaian hujan meteor akhir tahun.(np)

Editor : Nur Pramudito
#astronomi #supermoon #desember 2025 #fenomena #hujan meteor