Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Lengkap Penangkapan Dewi Astutik, Buron Interpol Kasus Penyeludupan Sabu Rp5 Triliun yang Terciduk di Kamboja

Syahaamah Fikria • Rabu, 3 Desember 2025 | 03:25 WIB
Dewi Astutik, buronan Interpol kasus penyelundupan sabu 2 ton, ditangkap di Kamboja.
Dewi Astutik, buronan Interpol kasus penyelundupan sabu 2 ton, ditangkap di Kamboja.

RADARSOLO.COM – Setelah hampir dua tahun hilang dari radar aparat penegak hukum, buron kelas kakap Dewi Astutik alias PA, 43, akhirnya ditangkap di Kamboja.

Ia selama ini menjadi target utama dalam penyelidikan mega kasus penyelundupan sabu seberat 2 ton dengan nilai mencapai Rp5 triliun, serta jaringan narkotika internasional lainnya.

Penangkapan ini menjadi salah satu operasi lintas negara terbesar yang dilakukan BNN RI bersama sejumlah otoritas asing.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa Dewi bukan sekadar kaki tangan, melainkan aktor penting dalam jaringan peredaran narkotika internasional yang terhubung hingga kawasan Golden Triangle dan Afrika.

"DPO ini diduga merupakan aktor utama dari penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di Indonesia," ucap Suyudi.

Awal Mula Terungkapnya Keberadaan Dewi Astutik

Informasi mengenai lokasi persembunyian Dewi mulai diterima BNN pada 17 November 2025.

Intelijen Kedeputian Berantas BNN dan Kedeputian Hukum & Kerja Sama mendapatkan laporan bahwa buronan tersebut berada di wilayah Phnom Penh, Kamboja.

Menindaklanjuti laporan itu, Komjen Suyudi segera menerbitkan surat perintah dan membentuk tim gabungan.

Setelah persiapan dokumen dan koordinasi dengan pihak luar negeri, tim diberangkatkan menuju Kamboja pada 25 November 2025.

Detik-Detik Penangkapan Buronan Interpol

Tim BNN tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025 dan langsung berkoordinasi dengan KBRI serta Kepolisian Kamboja.

Dari hasil penelusuran, Dewi Astutik diketahui berpindah dari Phnom Penh menuju Sihanoukville, bagiab barat negara Kamboja.

Operasi penangkapan kemudian disusun secara tertutup untuk menghindari upaya kabur.

Puncaknya terjadi pada 1 Desember 2025 pukul 13.39 waktu setempat, ketika Dewi terdeteksi berada di lobi sebuah hotel di Sihanoukville.

Saat itu, ia sedang berada di dalam sebuah mobil Toyota Prius putih bersama seorang pria yang diduga bagian dari jaringannya.

Tim gabungan langsung melakukan penyergapan cepat sebelum Dewi sempat meninggalkan lokasi.

Target berhasil diamankan ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki," ucap Suyudi.

Begitu diamankan, petugas BNN melakukan verifikasi fisik di lokasi untuk memastikan identitas target.

Prosedur tersebut meliputi pencocokan wajah, sidik jari, hingga data identitas lain yang dimiliki Interpol.

“Tim langsung melakukan klarifikasi fisik untuk memastikan bahwa yang diamankan benar DPO yang dimaksud,” ujar Komjen Suyudi.

Hasilnya, dipastikan bahwa perempuan yang ditangkap adalah benar Dewi Astutik, yang selama ini masuk dalam DPO atau buronan Interpol.

Dugaan Keterlibatan Jaringan Internasional Fredy Pratama

BNN memastikan bahwa Dewi bukan pemain kelas kecil.

Ia disebut sebagai salah satu sosok paling dominan dalam jaringan Fredy Pratama, gembong narkoba asal Kalimantan yang dikenal sebagai otak penyelundupan narkoba lintas negara.

Suyudi menjelaskan, analisis intelijen menunjukkan ada dua aktor Indonesia yang mendominasi peredaran narkoba di Golden Triangle, dan salah satunya adalah Dewi.

Selain terlibat dalam penyelundupan sabu ke Indonesia, Dewi juga diketahui menjadi buronan Korea Selatan atas kasus pengendalian narkotika jaringan Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.

“Dewi merupakan rekrutmen dari sindikat Asia-Afrika dan menjadi DPO Korea Selatan,” kata Suyudi.

Setelah dipulangkan ke Indonesia, penyidik BNN kini mulai mendalami peran Dewi dalam sindikat Fredy Pratama maupun jaringan internasional lainnya.

Fokus penyidikan meliputi alur transaksi, rute penyelundupan, hingga klien dan pemasok narkotika lintas negara. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#narkotika #penyelundupan sabu #gembong narkoba #penangkapan #bnn #Dewi astutik #buronan interpol #kamboja #fredy pratama