RADARSOLO.COM - Tinggal hitungan jam, umat Islam akan segera menyambut bulan Rajab 1447 Hijriah.
Memasuki malam 1 Rajab 2025, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan amalan-amalan saleh, seperti berdoa, zikir dan ibadah sunnah lainnya.
Di antara ibadah sunnah ini, mungkin masih ada yang bertanya-tanya mengenai shalat sunnah yang kerap dikaitkan dengan amalan di malam 1 Rajab.
Bagaimana hukumnya, apa dalilnya, serta bagaimana tata cara pelaksanaannya menurut pandangan ulama?
Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Islam dan termasuk ke dalam asyhurul hurum atau empat bulan suci, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Keistimewaan ini ditegaskan Allah SWT dalam Al Quran Surat At-Taubah ayat 36.
Dalil Keutamaan Bulan Rajab dalam Al Quran dan Tafsir Ulama
Dalam ayat tersebut, Allah SWT melarang manusia berbuat zalim pada bulan-bulan mulia.
Menafsirkan ayat ini, Imam At-Thabari menjelaskan bahwa larangan berbuat dosa berlaku sepanjang waktu, namun menjadi lebih berat pada empat bulan haram karena kemuliaannya.
Menurut At-Thabari, dosa yang dilakukan pada bulan-bulan tersebut dicatat lebih besar, sementara amal kebaikan akan diganjar pahala yang lebih berlipat.
Karena itulah, para ulama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk shalat sunnah, selama bulan Rajab.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab
1 Rajab 1447 H bertepatan dengan Minggu, 21 Desember 2025.
Pada kalender Hijriah, pergantian hari terjadi ketika Maghrib bukan pukul 00.00.
Dengan demikian, malam 1 Rajab 1445 H jatuh pada Sabtu malam, 20 Desember 2025.
Dalam kitab Fadhail al-Auqat, Imam Abu Bakar al-Baihaqi menyebutkan beberapa amalan utama yang dianjurkan pada bulan Rajab.
Penjelasan ini dikutip oleh Ustadz Zainuddin Lubis dalam kajian keislamannya.
Tiga amalan yang paling dianjurkan adalah:
1. Puasa sunnah Rajab, yang disebut memiliki keutamaan besar, bahkan diganjar pahala seperti berpuasa selama setahun.
2. Memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
“Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’bana wa ballighnaa Ramadhana.”
3. Shalat sunnah malam Rajab, yang dilakukan sebagai bentuk ibadah tambahan pada waktu malam.
Shalat Sunnah Malam 1 Rajab: Dalil dan Tata Cara
Beberapa riwayat hadits menyebut keutamaan ibadah malam di bulan Rajab.
Salah satu amalan yang dikenal adalah shalat sunnah sebanyak 12 rakaat, dikerjakan dua rakaat satu salam.
Ustadz Zainuddin menjelaskan, shalat ini dilakukan seperti shalat sunnah biasa.
Setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surat dari Al Quran.
Setelah selesai shalat, dianjurkan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar masing-masing 100 kali, dilanjutkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali, kemudian berdoa sesuai hajat masing-masing.
Dalam beberapa riwayat disebutkan, doa orang yang mengerjakan shalat malam Rajab disertai puasa keesokan harinya berpotensi dikabulkan Allah SWT, selama tidak berisi permohonan maksiat.
Pro dan Kontra: Hukum Shalat Sunnah Rajab Menurut Ulama
Meski banyak diamalkan, shalat sunnah Rajab juga menuai perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Ibnu Hajar al-Haitami, dalam kitab Tabyinul ‘Ajab, menilai shalat Raghaib—yang sering dikaitkan dengan malam Rajab—sebagai bidah, sehingga hukumnya makruh jika dilakukan dengan niat khusus.
Namun, Imam Al-Ghazali menawarkan jalan tengah.
Dalam Ihya Ulumiddin, ia menyebut adanya shalat sunnah mutlak yang biasa dilakukan oleh orang-orang saleh pada bulan Rajab, tanpa menyematkan niat khusus sebagai shalat Raghaib.
Pendapat Imam Al-Ghazali tentang Shalat Sunnah Rajab
Imam Al-Ghazali mencatat kebiasaan warga Al-Quds yang melaksanakan shalat sunnah 12 rakaat di malam Rajab.
Shalat tersebut dikerjakan dua rakaat satu salam, membaca Surat Al Qadar tiga kali dan Al Ikhlas dua belas kali di setiap rakaat.
Setelah shalat, dianjurkan membaca shalawat, dilanjutkan sujud dengan bacaan tasbih tertentu, lalu memohon hajat kepada Allah SWT.
Menurut Al-Ghazali, amalan ini termasuk mustahabbah (dianjurkan), meskipun ia mengakui dalilnya tidak sekuat shalat wajib atau shalat sunnah yang sudah masyhur seperti Tarawih dan Shalat Id.
Maka dari itu, shalat sunnah malam 1 Rajab pada dasarnya boleh dilakukan sebagai shalat sunnah mutlak, selama tidak diyakini sebagai ibadah wajib atau disandarkan pada dalil yang lemah secara mutlak.
Para ulama sepakat bahwa memperbanyak ibadah di bulan Rajab adalah hal yang baik, selama tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam niat dan keyakinan.
Rajab menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Editor : Syahaamah Fikria