RADARSOLO.COM - Bulan Rajab 1447 Hijriah kini memasuki penghujung.
Umat Islam kembali bersiap menyambut salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yakni peringatan Isra Miraj 2026 yang jatuh pada 16 Januari 2026 atau bertepatan dengan 27 Rajab.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Isra Miraj 2026 diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan.
Mulai dari salat berjamaah, tabligh akbar, hingga tausiah yang mengulas makna perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.
Baca Juga: Isra Miraj 2026 Berapa Hijriah? Cek Tanggal Resmi, Sejarah, dan Hikmah di Baliknya
Peristiwa Isra Miraj dalam Sejarah Islam
Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam waktu kurang dari satu malam.
Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan Mi’raj ke Sidratul Muntaha, langit tertinggi.
Peristiwa Isra Miraj 2026 kembali mengingatkan umat Islam bahwa perjalanan ini bukan sekadar kisah spiritual, melainkan momentum diturunkannya perintah salat langsung dari Allah SWT.
Kisah Isra Miraj Menurut Ustaz Khalid Basalamah
Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube AHLI SUNNAH, mengisahkan detail perjalanan Rasulullah SAW saat Isra Miraj.
Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melakukan perjalanan menggunakan Buraq, kendaraan istimewa berwarna putih dan bersayap.
Namun ketika Rasulullah SAW menceritakan hal tersebut kepada Abu Jahal, kisah itu justru dianggap mustahil dan tidak dipercaya.
"Buraq adalah kendaraan berwarna putih, bersayap, dan sejauh mata memandang ke suatu tempat, di sanalah langkahnya berada," tutur Ustaz Khalid Basalamah.
Rasulullah SAW Mengimami Para Nabi di Masjidil Aqsa
Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW mengikat Buraq dan memasuki masjid. Di sana, beliau mendapati para nabi terdahulu telah berkumpul.
Dalam peristiwa bersejarah itu, Rasulullah SAW didaulat menjadi imam salat bagi seluruh nabi.
Momen ini menjadi simbol keutamaan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan rasul, sekaligus menegaskan pentingnya salat dalam ajaran Islam, yang kembali ditekankan pada peringatan Isra Miraj 2026.
Baca Juga: 40 Ucapan dan Kata-Kata Isra Miraj 2026, 16 Januari: Peringatan Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW
Sidratul Muntaha dan Perintah Salat
Setelah peristiwa Isra, Rasulullah SAW kemudian di-Mi’raj-kan ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.
Ustaz Khalid Basalamah menggambarkan keindahan tempat tersebut sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW.
"Sidratul Muntaha begitu indah, dihiasi permata-permata besar yang ukurannya seperti telinga gajah," jelasnya.
Di tempat inilah Rasulullah SAW menerima wahyu langsung dari Allah SWT berupa perintah melaksanakan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari.
Dari 50 Menjadi 5 Waktu Salat
Dalam perjalanan turun, Rasulullah SAW bertemu Nabi Musa AS yang kemudian menyarankan agar beliau memohon keringanan kepada Allah SWT demi umatnya.
Atas izin Allah, jumlah salat akhirnya diringankan hingga menjadi lima waktu, namun dengan pahala setara 50 waktu.
Peristiwa inilah yang menjadikan salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam hingga saat ini, dan menjadi inti peringatan Isra Miraj.(np)
Editor : Nur Pramudito