RADARSOLO.COM – Nama Erfastino Reynaldi atau yang akrab disapa Yupi Rere mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah dugaan pernikahan sesama jenis yang melibatkannya terbongkar.
Sosok yang semula dikira sebagai pria mapan dengan latar belakang keluarga terpandang ini, ternyata memiliki identitas asli sebagai seorang perempuan berusia 36 tahun.
Kasus ini mencuat setelah Intan Anggraeni, 28, sang mempelai wanita, mengklaim tertipu oleh janji-janji mewah dan identitas palsu Rey.
Namun, siapa sebenarnya sosok Rey ini? Dan, bagaimana pembelaannya terhadap tuduhan tersebut?
Profil dan Pengakuan Versi Korban
Berdasarkan keterangan dari pihak Intan, Rey memperkenalkan diri sebagai pria sukses dengan profil yang sangat mentereng.
Berikut adalah beberapa klaim yang digunakan Rey untuk meluluhkan hati Intan:
Latar Belakang Keluarga: Mengaku sebagai putra dari seorang anggota legislatif aktif di Makassar berinisial FBM.
Pekerjaan: Mengklaim sebagai pimpinan agensi mitra aplikasi Bigo Live, konsultan proyek, serta pemilik aset berupa vila di Desa Pesanggrahan dan rumah kos di Kota Batu.
Baca Juga: Hujan Deras Satu Setengah Jam, Delapan RT di Desa Pilangrejo Juwangi Boyolali Terendam Banjir
Janji Mewah: Menjanjikan hadiah mobil Lamborghini, pesta pernikahan mewah yang mengundang artis papan atas seperti Judika dan NDX, hingga gaun rancangan desainer ternama, Ivan Gunawan.
Rey disebut Intan juga berjanji akan membawanya menjalani operasi kaki di Thailand akibat cedera KDRT dari pernikahan sebelumnya.
"Mbak Intan ini pernah menikah dan kakinya sakit karena KDRT. Lalu Erfastino berjanji membawa Mbak Intan berobat ke Thailand,” ujar Eko NS, kerabat Intan, dilansir dari Radar Malang.
Kenyataannya, menurut, Eko, sebelum menikah Rey justru meminjam uang Rp1,5 juta dari tetangga untuk biaya persiapan, dan mahar yang diberikan hanya sebesar Rp100 ribu.
Baca Juga: BGN Ikut Terapkan WFH: Bagaimana Nasib Dapur SPPG dan Program MBG?
Pengakuan Versi Yupi Rere Reynaldi
Setelah bungkam, Rey akhirnya muncul dengan pembelaan yang berbanding terbalik.
Ia menegaskan bahwa identitasnya sudah diketahui sejak awal perkenalan pada Februari 2026 di sebuah tempat karaoke di Kota Batu.
"Keluarga dan Intan sebenarnya sudah tahu identitas saya sebagai perempuan. Teman-temannya juga tahu," klaim Rey.
Ia juga meluruskan status pekerjaannya yang memang benar berada di agensi Bigo Live, namun membantah sebagai konsultan proyek.
Rey justru merasa dirinya yang dimanfaatkan secara finansial.
Ia mengklaim telah menggelontorkan dana sekitar Rp200 juta untuk melunasi utang-utang pribadi Intan dan memenuhi kebutuhan hidup selama mereka berpacaran.
Menurut Rey, perselisihan ini pecah saat ia menghentikan aliran uang tersebut selama empat hari untuk menguji ketulusan Intan.
Antara Janji Manis dan Tudingan Pemerasan
Hingga saat ini, kasus ini menjadi sangat kompleks karena kedua belah pihak saling lapor.
Intan melaporkan Rey atas dugaan pemalsuan dokumen ke Polresta Malang Kota.
Sementara Rey melaporkan balik Intan ke Polres Batu atas tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan.
Rey menyatakan tidak pernah memalsukan dokumen kependudukan dan menyebut hubungannya tetap berlanjut ke pernikahan siri karena adanya ancaman bunuh diri dari pihak Intan jika hubungan tersebut berakhir.
Editor : Syahaamah Fikria