RADARSOLO.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menetapkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam penyaluran bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026.
Berdasarkan regulasi terbaru, fasilitas kuliah gratis dan subsidi biaya hidup dari pemerintah ini hanya diprioritaskan bagi calon mahasiswa yang posisinya terdata dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 pada basis data DTSEN.
Penerapan indikator baru ini dinilai ampuh mendongkrak akurasi penyaluran dana bantuan negara.
Sebagai bukti, pada pengumuman jalur UTBK SNBT per hari ini, Senin (25/5/2026), sebanyak 39.662 dari total 86.118 pendaftar KIP Kuliah dinyatakan lolos menerima bantuan berkat penyaringan data DTSEN.
Bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang ingin mengamankan kuota kuliah gratis, pendaftaran KIP Kuliah 2026 masih dibuka hingga 31 Oktober mendatang.
Berikut adalah panduan lengkap cara mengecek peringkat desil ekonomi secara mandiri melalui HP.
DTSEN Resmi Gantikan DTKS
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi menjelaskan, transisi dari DTKS ke DTSEN ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
Tujuannya guna memastikan seluruh bantuan sosial negara berjalan lebih akuntabel dan tepat sasaran.
Landasan operasional teknisnya kemudian diatur secara spesifik lewat Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 2 Tahun 2026.
"Ini yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana memang DTSEN ini yang resmi menggantikan DTKS sebagai acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial. Jadi, KIP Kuliah merupakan bagian dari bantuan sosial yang diberikan oleh negara," terang Sandro.
Dalam klasterisasi DTSEN, peringkat kesejahteraan ekonomi masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok atau kategori.
Baca Juga: APBD Hanya Bisa Kucurkan Rp 1,5 Miliar untuk 84 Sekolah
Adapun ekuivalensi kategori keluarga kurang mampu yang berhak mendapatkan prioritas KIP Kuliah 2026 adalah:
Desil 1: Kelompok 10% penduduk dengan tingkat ekonomi sangat miskin (prioritas utama).
Desil 2: Kelompok 10% penduduk dengan tingkat ekonomi miskin.
Desil 3: Kelompok 10% penduduk dengan tingkat ekonomi hampir miskin.
Desil 4: Kelompok 10% penduduk dengan tingkat ekonomi rentan miskin.
Cara Cek Desil DTSEN 2026 Secara Online
Pengecekan status desil dapat diakses secara gratis melalui dua jalur resmi digital yang dikelola oleh Kementerian Sosial berikut ini:
1. Cara Cek Peringkat Desil Melalui Google (Situs Web)
- Buka aplikasi peramban (browser) Google di HP.
- Akses alamat web resmi di tautan https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Tentukan wilayah domisili secara berjenjang, meliputi Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga tingkat Desa atau Kelurahan sesuai kartu identitas.
- Tuliskan nama lengkap secara presisi sesuai ejaan e-KTP yang terdaftar.
- Ketik ulang kode verifikasi (captcha) yang tertera di layar.
- Klik tombol "Cari Data" untuk memunculkan tabel rangkuman profil kesejahteraan dan posisi desil DTSEN saat ini.
2. Cara Cek Peringkat Desil Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi resmi bernama "Cek Bansos" melalui Google Play Store atau App Store.
- Klik opsi "Buat Akun Baru" jika belum memiliki akun, lalu lengkapi data diri secara jujur.
- Unggah foto e-KTP serta swafoto (selfie) memegang KTP asli untuk proses validasi keamanan data.
- Tunggu email konfirmasi verifikasi dari admin Kementerian Sosial.
- Setelah aktif, masuk (login) menggunakan akun tersebut, lalu masuk ke menu "Profil".
- Layar akan menampilkan rincian data bantuan serta status desil DTSEN keluarga Anda secara transparan.