RADARSOLO.COM - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Pada tahun 1447 Hijriah, Hari Arafah bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026.
Banyak umat Muslim meyakini bahwa Doa Hari Arafah termasuk doa yang mustajab dan memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.
Lalu, apakah keutamaan tersebut hanya berlaku bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah?
Selain itu, doa Hari Arafah sebaiknya dibaca mulai jam berapa?
Hari Arafah dikenal sebagai hari penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Pada hari inilah jamaah haji menjalankan puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah.
Sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, dianjurkan melaksanakan puasa Arafah yang memiliki pahala besar.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Hari Arafah, sesungguhnya aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR At-Tirmidzi)
Selain puasa sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta amal saleh lainnya di Hari Arafah.
Apakah Doa Hari Arafah Mustajab?
Doa Hari Arafah termasuk salah satu doa paling mustajab. Hal ini dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan hari tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah." (HR At-Tirmidzi)
Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya Hari Arafah sebagai waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Pada hari itu, pintu ampunan dibuka luas dan rahmat Allah diturunkan kepada hamba-hamba-Nya.
Keutamaan doa di Hari Arafah tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah haji, tetapi juga berlaku bagi seluruh umat Muslim yang memanfaatkan hari tersebut dengan ibadah dan doa penuh keikhlasan.
Mengapa Doa Hari Arafah Sangat Mustajab?
1. Hari Penuh Ampunan dan Rahmat
Hari Arafah menjadi salah satu hari ketika Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah." (HR Ibnu Majah)
2. Hari Terbaik di Bulan Zulhijah
Sepuluh hari pertama Zulhijah termasuk hari paling mulia dalam Islam, sedangkan Hari Arafah menjadi puncak keutamaannya.
3. Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah
Hari Arafah dianjurkan diisi dengan ibadah seperti doa, zikir, membaca Al-Qur’an, istighfar, hingga taubat. Semua amalan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa Hari Arafah Baca Mulai Jam Berapa?
Secara umum, doa Hari Arafah dapat dibaca sepanjang hari pada tanggal 9 Zulhijah.
Namun, banyak ulama menyebut waktu paling utama untuk berdoa adalah setelah salat Zuhur hingga menjelang Maghrib.
Waktu tersebut mengikuti pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah yang berlangsung sejak matahari tergelincir sampai terbenam.
Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak doa dan zikir sejak pagi hingga malam selama Hari Arafah berlangsung.
Salah satu doa terbaik yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada Hari Arafah adalah:
"Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir."
Artinya:
"Tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zikir tersebut merupakan bacaan terbaik yang beliau dan para nabi sebelumnya amalkan pada Hari Arafah.
Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Arafah
Agar doa semakin mudah dikabulkan, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan pada Hari Arafah, di antaranya:
- Menjalankan puasa Arafah bagi yang tidak berhaji
- Memperbanyak zikir seperti takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar
- Membaca Al-Qur’an
- Memperbanyak shalawat
- Bersedekah
- Memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT
Selain itu, penting juga menjaga adab saat berdoa. Umat Islam dianjurkan berdoa dengan hati tulus, penuh keyakinan, khusyuk, dan tidak tergesa-gesa.
Hari Arafah menjadi kesempatan terbaik bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah serta memanjatkan harapan terbaik kepada Allah SWT, baik tentang rezeki, kesehatan, keluarga, pekerjaan, hingga ampunan dosa.
Editor : Nur Pramudito