Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Fabiola Elizabeth? Sosok Mantan Artis dan Model yang Jadi Tersangka Kasus Penipuan Love Scamming, Kerugian Rp 41 Miliar

Nur Pramudito • Selasa, 2 Juni 2026 | 14:54 WIB
Siapa Fabiola Elizabeth? Sosok Mantan Artis dan Model Jadi Tersangka Kasus Penipuan Love Scamming, Kerugian Rp 41 Miliar (Radar Semarang)
Siapa Fabiola Elizabeth? Sosok Mantan Artis dan Model Jadi Tersangka Kasus Penipuan Love Scamming, Kerugian Rp 41 Miliar (Radar Semarang)

RADARSOLO.COM - Nama Fabiola Elizabeth mendadak menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan internasional bermodus love scamming atau pig butchering.

Sosok mantan artis dan model tersebut diduga terlibat dalam jaringan kejahatan siber yang meraup keuntungan hingga Rp 41 miliar dari ratusan korban luar negeri.

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap Fabiola Elizabeth termasuk dalam puluhan tersangka yang diamankan dalam penggerebekan sindikat penipuan online di wilayah Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kasus penipuan tersebut, Fabiola Elizabeth disebut memiliki peran sebagai model yang melakukan video call dengan korban untuk meningkatkan kepercayaan calon target.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Himawan Susanto Saragih menjelaskan, jaringan love scamming itu menyasar warga negara asing, terutama Amerika Serikat.

“Marketing bertugas mencari korban melalui media sosial dan aplikasi kencan. Sementara model melakukan video call agar korban semakin percaya,” ujar Himawan, Selasa (2/6/2026).

Kerugian Love Scamming Capai Rp 41 Miliar

Polisi mengungkap sindikat tersebut telah beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.

Selama hampir satu tahun beraksi, jaringan itu diduga berhasil memperdaya sedikitnya 133 korban.

Total kerugian dalam kasus penipuan love scamming tersebut diperkirakan mencapai 2,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 41,1 miliar.

Modus yang digunakan adalah membangun hubungan emosional dengan korban melalui aplikasi kencan dan media sosial.

Setelah korban merasa dekat dan percaya, pelaku kemudian menawarkan investasi aset kripto palsu dengan iming-iming keuntungan besar.

Korban yang tertarik akhirnya mentransfer dana ke rekening yang ternyata dikendalikan sindikat penipuan internasional tersebut.

Digaji Puluhan Juta Rupiah

Dalam struktur organisasi jaringan itu, para pelaku memiliki tugas berbeda mulai dari leader, supervisor, marketing, asisten marketing hingga model.

Fabiola Elizabeth diduga bertugas sebagai model yang tampil saat korban meminta bukti identitas orang yang selama ini berkomunikasi dengan mereka.

Polisi menyebut para anggota sindikat menerima bayaran antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta setiap bulan, tergantung posisi dan peran masing-masing.

Siapa Fabiola Elizabeth?

Sebelum terseret kasus penipuan love scamming, Fabiola Elizabeth dikenal sebagai mantan artis dan model.

Ia diketahui pernah bergabung dengan Oak Model Agency yang berbasis di Bandung.

Fabiola juga memiliki darah campuran Indonesia dan Jerman. Selain aktif di dunia modeling, ia sempat menempuh pendidikan Sastra Inggris di Universitas Kristen Maranatha.

Sosok Fabiola Elizabeth semakin dikenal publik setelah menikah dengan Reza Anugrah atau Reza SMASH pada September 2018.

Keduanya pertama kali bertemu saat terlibat dalam proyek film pendek di Bandung sebelum akhirnya menjalin hubungan hingga menikah.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Killian Adam Anugrah yang lahir pada 17 Juni 2019.

Namun rumah tangga pasangan itu tidak bertahan lama. Pada Juni 2020, Fabiola Elizabeth mengonfirmasi dirinya telah resmi bercerai dari Reza SMASH.

Peran Fabiola dalam Kasus Penipuan Internasional

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyebut keberadaan model memiliki peran penting dalam skema love scamming.

Model digunakan untuk memperkuat hubungan emosional yang telah dibangun operator atau marketing dengan korban.

Saat korban mulai curiga atau meminta pembuktian identitas, model akan tampil melalui panggilan video untuk meyakinkan target agar segera melakukan investasi.

“Kalau korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model,” kata Himawan.

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan total 39 tersangka dalam kasus penipuan internasional tersebut.

Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan jaringan love scamming terbesar di Indonesia dengan total kerugian mencapai Rp 41 miliar dan korban mayoritas berasal dari Amerika Serikat.

Apa Itu Love Scamming?

Love scamming merupakan modus kejahatan siber yang memanfaatkan hubungan asmara palsu demi memperoleh uang dari korban.

Pelaku biasanya membangun komunikasi intens dan kedekatan emosional selama beberapa waktu sebelum menawarkan investasi fiktif atau meminta transfer dana.

Modus seperti ini kini marak terjadi melalui media sosial, aplikasi kencan, hingga platform pesan instan dan menjadi ancaman serius dalam kejahatan digital internasional.

Editor : Nur Pramudito
#Fabiola Elizabeth #kasus penipuan online pig butchering #penipuan online #solo raya