Viral Kronologi Bambang Setiawan Tewas saat Demo Ricuh di Pejompangan, Siapa Pelaku Pengeroyokan?

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:21 WIB
Polisi membubarkan paksa massa aksi yang dinilai mulai bertindak menjurus anarkis di depan gedung DPR/MPR, Kamis (27/8/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Polisi membubarkan paksa massa aksi yang dinilai mulai bertindak menjurus anarkis di depan gedung DPR/MPR, Kamis (27/8/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

RADARSOLO.COM - Aksi demo di depan kompleks Parlemen DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) menyisakan duka mendalam. 

Di tengah situasi yang memanas dan ricuh usai pembubaran massa, seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiawan, 60, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat.

Padahal, Bambang bukanlah bagian dari peserta aksi demonstrasi. 

Baca Juga: Demo 27 Agustus Sudah Selesai, Ini Peta Tuntutan dan Hasilnya

Korban berada di lokasi kejadian semata-mata karena area tersebut merupakan lingkungan tempat tinggalnya.

Lantas, bagaimana kronologi lengkap peristiwa tragis ini dan siapa sebenarnya sosok di balik pengeroyokan tersebut?

Kronologi Kejadian

Pada Kamis pagi hingga siang, aksi demonstrasi awalnya berjalan damai. 

Baca Juga: Cuaca Sulit Diprediksi, Pengendara Motor Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diterima untuk melakukan audiensi bersama pimpinan DPR RI guna menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor. 

Usai direspon oleh pimpinan DPR, massa AMPB membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB.

 

Sekitar pukul 18.00 WIB, elemen mahasiswa yang berorasi juga mulai menyusul pembubaran diri ke arah Senayan. 

Kendati demikian, sebagian kelompok massa lain masih memilih bertahan di sekitar Gedung DPR RI melebihi batas waktu perizinan.

Aparat kepolisian mulai melakukan tindakan pendorongan untuk membubarkan massa dari arah Semanggi menuju Slipi. 

Baca Juga: Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah Penghargaan

Menjelang malam, situasi berubah menjadi tidak terkendali. 

Kericuhan meluas ke kawasan Slipi hingga Pejompongan, diiringi perusakan fasilitas umum seperti kamera CCTV dan pembakaran pos polisi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, berdasarkan kesaksian warga sekitar, korban sedang duduk santai di dalam gang dekat rumahnya di Jalan Pejompongan Raya. 

Baca Juga: Detik-detik Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer, Status Masih Siaga

Tiba-tiba, sekelompok orang mendatangi lokasi dan langsung menyeret korban secara paksa keluar gang menuju jalan raya.

Penganiayaan dan Rekaman Viral

Di jalan raya, sekelompok orang tersebut menghujani korban dengan pukulan kayu dan bambu. 

 

Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik korban diseret dan dipukuli secara brutal kemudian beredar luas di media sosial.

Pihak keluarga baru mengetahui insiden memilukan tersebut setelah melihat potongan video viral pada Jumat (28/8/2026) dini hari. 

Korban yang mengalami luka sangat parah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Cek Desil DTSEN Pakai NIK di Situs BPS, Kenali Arti Desil 1-10 dan Cara Perbarui Data

Siapa Pengeroyok Bambang Setiawan?

Hingga saat ini, identitas pasti dari para pelaku pengeroyokan masih jadi teka-teki dan penanganan pihak berwajib. 

Namun, di media sosial, riuh spekulasi menyebutkan keterlibatan kelompok organisasi masyarakat (ormas) tertentu.

Sejumlah unggahan di platform X memperlihatkan rekaman video kelompok massa yang membawa senjata tumpul berupa bambu dan kayu di kawasan Slipi dan Pejompongan, yang kemudian dikaitkan dengan narasi keterlibatan massa Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Baca Juga: Dulu Tak Semua Orang Makan Nasi, Lalu Kenapa Sekarang Jadi Wajib?

“Tampak 5 truk dari GRIB terbakar, 1 diantaranya terguling & hangus, ketika situasi unjuk rasa utama sudah mulai diredam aparat, intervensi ormas GRIB membawa senjata tumpul kayu/bambu justru memicu bentrokan horizontal dengan massa yang merasa terancam & diserang malam 27/8/2026,” tulis akun @net*****.

 

 

Bantahan GRIB Jaya

Menanggapi tuduhan dan rumor yang beredar liar di jagat maya, pihak GRIB Jaya secara tegas membantah keterlibatan kelembagaan mereka dalam kerusuhan maupun aksi pengeroyokan tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Wilson Colling, dijelaskan bahwa secara institusi GRIB Jaya tidak pernah mengerahkan anggota untuk turun dalam aksi demonstrasi pada Kamis malam tersebut.

"Saya mengatakan, GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu," tegas Wilson.

Baca Juga: Persis Solo Resmi Datangkan Wbeymar Angulo, Teka-Teki Nasib Tiga Pemain Asing Mengemuka

Wilson menambahkan bahwa Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, justru telah memberikan instruksi internal agar seluruh anggota tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa demi menjaga ketertiban dan keamanan Jakarta.

Penanganan Korban

Jenazah Bambang Setiawan telah diserahkan dari RS Polri Kramat Jati kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat. 

Korban meninggalkan seorang istri bernama Sudarsih beserta anak-anaknya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mendatangi langsung rumah duka di Pejompongan pada Jumat (28/8/2026) sore untuk menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Editor : Syahaamah Fikria
pengeroyokan Pejompongan bambang setiawan demo GRIB Jaya