Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masa Tenang, Disdik Kota Surakarta Bakal Evaluasi Nasib Pendaftar Tak Lolos PPDB

Septian Refvinda Argiandini • Senin, 10 Juli 2023 | 17:29 WIB
BERJEJALAN: Orang tua calon siswa mendatangi posko PPDB di Disdik Surakarta saat pendaftaran lalu. (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
BERJEJALAN: Orang tua calon siswa mendatangi posko PPDB di Disdik Surakarta saat pendaftaran lalu. (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Menjelang pengumuman hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP/SD negeri, dinas pendidikan (disdik) memberlakukan masa tenang 8-10 Juli. Di jeda ini, disdik akan melakukan evaluasi terkait nasib siswa yang tidak lolos masuk sekolah negeri.

Pengumuman PPDB akan dilakukan pada 11 Juli secara online melalui website resmi PPDB Surakarta. Melihat animo sebelumnya, banyak calon peserta didik (CPD) dari luar kota yang mendaftar di Solo. Ini tentu akan memengaruhi hasil pengumuman.

“Pada prinsipnya kami sudah memberikan kesempatan kepada calon siswa yang tidak diterima di tiga sekolah pilihan untuk memilih sekolah lainnya di tenggang waktu 4-7 Juli lalu. Sedangkan untuk 10 Juli ini merupakan hari tenang sebelum pengumuman,” ujar Koordinator PPDB Disdik Surakarta Abi Satoto, Minggu (9/7/2023).

Pada hari tenang tersebut, disdik akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PPDB sebelum keputusan final. Termasuk terkait beberapa SD negeri yang masih minim pendaftar akan dicarikan solusi. Sekaligus melihat berapa banyak siswa asal Solo yang belum mendapatkan sekolah akan dibahas pada hari tenang tersebut.

“Kami lihat apakah nanti ada gejolak atau tidak. Nanti kami laporkan pada pimpinan keadaanya seperti ini. Ada sekian siswa yang tidak diterima di semua sekolah. Mereka apakah akan ke swasta atau seperti apa, kami akan bahas besok (hari ini),” ungkapnya.

Diperkirakan, ratusan calon siswa baru yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri di Solo juga akan menyerbu sekolah swasta unggulan. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sekolah swasta untuk memberikan layanan pendidikan bagi para siswa. Sebab sudah dipastikan pada akhirnya tidak semua calon siswa diterima di sekolah negeri.

“Pasti di PPDB itu ada yang diterima ada yang tidak, mengingat sekolah negeri tidak bisa menampung semua siswa yang mendaftar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Rusmanto mengatakan, sekolahnya sudah penuh sebelum PPDB sekolah negeri rampung. Bahkan, sekolah swasta berbasis keagamaan ini telah menambah rombel belajar untuk menampung para pendaftar yang membludak.

“Kami biasanya menerima lima kelas, kini sudah delapan kelas. Dan kemungkinan terus bertambah. Kami termasuk sekolah swasta penggerak, tidak menolak siswa. Sehingga resikonya kami harus menambah kelas,” ujarnya

Berbeda di SMP Warga Surakarta, PPDB berjalan lancar dan padat. Namun, sekolah ini tidak akan penambahan rombel untuk PPDB tahun ini.

"Biasanya memang ramainya pasca PPDB sekolah negeri. Kalau kuota masih ada tetap akan kami terima. Saat ini memang kuota kami belum penuh 100 persen, jadi masih bisa mendaftar bagi calon peserta didik," ucapnya. (mg1/ian/bun/dam)

 

Editor : Damianus Bram
#ppdb #Disdik Kota Surakarta #ppdb di solo