Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Asah Kompetensi Mahasiswa Koas Bikin Gigi Palsu, Ini Tahapan-tahapannya

Arief Budiman • Selasa, 29 Juli 2025 | 03:18 WIB

 

Mahasiswa koas berlatih membuat gigi palsu alias prosthodonti saat menjalani praktik kerja di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Solo, Senin (28/7).
Mahasiswa koas berlatih membuat gigi palsu alias prosthodonti saat menjalani praktik kerja di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Solo, Senin (28/7).

RADARSOLO.COM Mahasiswa kedokteran yang sedang praktik kerja di rumah sakit alias koas di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Solo terus diasah kompetensinya. Salah satunya teknik membuat gigi palsu (prosthodonti), kemarin (28/7). Praktik prosthodonti ini di bawah bimbingan instruktur berpengalaman.

Humas RSGM Soelastri Solo Maksum menjelaskan, prosthodonti merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari pembuatan gigi (tiruan). Terutama untuk mengganti gigi yang rusak atau hilang.

Menurut Maksum, setiap mahasiswa koas memiliki kasus berbeda-beda. Sehingga harus dapat menangani setiap kasus itu dengan baik.

“Biasanya proses pembuatan gigi palsu dilakukan dalam beberapa tahapan. Mulai dari pencetakan, pengukuran, pemilihan bahan gigi, hingga memastikan gigi palsu yang dibuat nyaman bagi pasien,” helas Maksum.

Saat tahapan pencetakan, mahasiswa membuat cetakan gigi pasien untuk memperoleh bentuk dan ukuran yang tepat. Dilanjut proses pengukuran dan pembentukan gigi palsu sesuai kebutuhan pasien.

Selanjutnya, pememilihan bahan gigi yang sesuai kebutuhan pasien. Baik dari segi estetika maupun fungsinya. Dilanjut tahapan pengepasan, stabilisasi, dan retensi. Di mana mahasiswa melakukan penyesuaian gigi palsu pada pasien, untuk memastikan kenyamanan dan stabilitas.

“Tahapan terakhir, mahasiswa koas harus memastikan bahwa gigi palsu yang dibuat nyaman saat digunakan pasien,” beber Maksum.

Melalui pelatihan prosthodonti ini, diharapkan kompetensi mahasiswa koas meningkat. Sehingga mampu menangani kasus-kasus prosthodonti yang dialami pasien.

“Kami berkomitmen memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas kepada mahasiswa profesi atau koas. Sehingga mereka kelak menjadi tenaga kesehatan berkompeten dan profesional di bidangnya,” ujar Maksum. (rif/fer)

Editor : fery ardi susanto
#mahasiswa koas #gigi palsu #gigi tiruan #mahasiswa kedokteran ums #prosthodonti mahasiswa koas kedokteran gigi