Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wejangan Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta terhadap Wisudawan: Hadapi Tantangan dengan Kepercayaan Diri

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 27 September 2025 | 21:44 WIB
Pelaksanaan Sumpah Profesi dan Wisuda Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta di Grand Mercure Hotel, Solo Baru, Sabtu (27/9/2025).
Pelaksanaan Sumpah Profesi dan Wisuda Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta di Grand Mercure Hotel, Solo Baru, Sabtu (27/9/2025).

RADARSOLO.COM- Lantunan doa dan senyum mengiringi prosesi Sumpah Profesi dan Wisuda Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta.

Total sebanyak 720 lulusan resmi dilepas dalam seremoni yang digelar di Grand Mercure Hotel, Solo Baru, Sabtu (27/9/2025).

Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Weni Hastuti menjelaskan, peserta yang diwisuda adalah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan.

Rinciannya, Prodi D-III Keperawatan 85 orang, D-III Kebidanan 15 orang, Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi 240 orang, Sarjana Gizi 33 orang, dan Sarjana Keperawatan 267 orang.

Sementara itu, Fakultas Sains dan Teknologi meluluskan 80 mahasiswa.

Terdiri atas 70 orang dari Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektromedis dan 10 orang dari Prodi S1 Informatika.

"Lulusan yang mendapatkan predikat cumlaude sejumlah 228 orang. Dengan 10% diantara lulus tanpa melalui sidang seminar hasil diantaranya adalah rekognisi luaran berupa hak cipta, paten sederhana dan publikasi pada jurnal ilmiah nasional bereputasi," beber Weni.

Pada kesempatan ini, digelar pula sumpah profesi untuk lulusan Prodi Diploma III Keperawatan, Prodi DIII Kebidanan, Prodi Keperawatan Anestesiologi sarjana terapan dan Prodi Teknik Rekayasa Elektromedis sarjana terapan, dengan kelulusan Ujian Kompetensi rata-rata 99%, melampaui rata rata kelulusan nasional.

"Istimewanya wisuda kali ini adalah lulusan ini sebagian besar adalah tugas belajar/izin belajar," lanjutnya.

Dalam sambutannya, Weni Hastuti juga menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada para orang tua dan institusi yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya.

Dia juga menyinggung tantangan Revolusi Industri 4.0 dan 5.0.

"Di tengah arus perubahan yang cepat serta ketidakpastian yang tinggi tersebut, para wisudawan tidak punya banyak pilihan, kecuali menghadapinya dengan penuh semangat dan kepercayaan diri," urainya.

Baca Juga: Kreatif! Siswa SMK Negeri 1 Plupuh Sragen Buat Seragam Motif Suminagashi

"Sikap terbaik yang dapat diambil para wisudawan adalah bersedia untuk terbuka terhadap perubahan dan siap untuk terus belajar. Untuk meningkatkan, memperdalam, dan memperluas ilmu pengetahuan anda," lanjut Weni.

Turut hadir dalam prosesi, Badan Pelaksana Harian Sofyan Anif berpesan agar lulusan selalu menjadi alumni yang bisa berkontribusi kepada masyarakat.

Wisudawan dituntut  meningkatkan, memperdalam, dan memperluas ilmu pengetahuannya.
Wisudawan dituntut meningkatkan, memperdalam, dan memperluas ilmu pengetahuannya.

"Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan bimbingan kepada kita semua. Memberikan kemudahan bagi semua, yang belum punya pekerjaan segera dapat pekerjaan yang sesuai. Yang sudah punya pekerjaan, bisa meningkatkan peran dan kontribusinya," ucapnya.

Sementara itu, Kiniliyano, wisudawan asal Timor-Leste mengatakan, dirinya memilih UM PKU karena kampus ini menjadi salah satu rujukan yang membuka jurusan Teknik Elektromedis.

"Di sini kan ada kumpulan anak-anak Timor-Leste. Mereka sudah survei ke kampus di Solo," sebutnya.

Pasca diwisuda, Kiniliyano berencana kembali ke negaranya. Hanya saja, dia bakal mengurus visanya terlebih dahulu.

"Rencananya mau balik. Karena saya sudah di sini sudah lama, ya mungkin nunggu visanya mau habis baru saya balik,” tutur dia. (nis/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#universitas muhammadiyah pku surakarta #tantangan #weni hastuti #rektor