RADARSOLO.COM – Simulasi tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat sudah digelar, 8 Oktober lalu. Tak terkecuali bagi siswa SMA luar biasa (LB). Sayangnya, soal simulasi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) bobotnya nyaris sama dengan siswa pada umumnya.
Wali Kelas XII SMALB Negeri Solo Sularsih mengaku soal simulasi memberatkan anak didiknya. Terutama siswa dengan hambatan pendengaran. Ia berharap soal TKA yang digela awal November mendatang, lebih ramah kepada ABK.
“Menurut saya soal simulasi kalimatnya relatif panjang-panjang. Sedangkan siswa dengan hambatan pendengaran, itu pasti memiliki keterbatasan bahasa. Mungkin nanti soal TKA bisa disesuaikan lagi dengan kurikulum SLB,” harap Sularsih, Senin (20/10).
Sularsih menambahkan, kurikulum SLB 60 persen mengacu keterampilan anak atau vokasi. Seperti tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan keterampilan lainnya.
“Anak-anak kami tidak setiap hari pembelajaran umum. Khusus hari ini (kemarin), setelah istirahat mereka vokasi. Besok (hari ini), dari pagi sampai pulang vokasi lagi,” imbuhnya.
Nantinya, ada enam siswa SMALB yang ikut serta dalam TKA. Mereka sudah menjalani proses seleksi.
“TKA hanya untuk siswa tunanetra, tunarungu, tunawicara, dan tunadaksa. Kalau anak dengan hambatan intelektual tidak kami sarankan ikut TKA,” sambung guru SMALB Surono.
Sementara itu, Kasi SMA Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah Edi Purwanto mengaku persiapan TKA sudah matang.
“SMA sederajat di Kota Solo sudah mendaftar. Soalnya dari kementrian dan sudah disimulasikan ke sekolah-sekolah, termasuk SLB,” paparnya. (nur/fer)
Editor : fery ardi susanto