RADARSOLO.COM - Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan pengolahan bonggol pisang yang digelar di Dawis Bougenville, Dukuh Bendungan RT 4 RW 2, Dawungan, Masaran, Sragen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula yang didanai melalui hibah Direktorat penelitian pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, dengan tujuan meningkatkan keterampilan warga dalam pengolahan hasil pertanian lokal.
Pelatihan ini diprakarsai oleh Putri Intan Prastiwi, ketua tim pengabdian dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta.
Bekerja sama dengan Suyatmi, ketua Dawis Bougenville.
Dalam sambutannya, Putri Intan Prastiwi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis tentang pengolahan bonggol pisang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, sekaligus mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Materi pelatihan mencakup teknik pemilihan bonggol pisang yang berkualitas, proses pengolahan, hingga pemasaran produk olahan yang dilaksanakan di Kripik Bonggol Pisang Albariq Bantul yang di jelasakan oleh ownernya langsung.
Para peserta diajarkan langsung cara membuat olahan yang dapat dijadikan bahan baku makanan maupun produk kerajinan.
Pelatihan dilakukan secara interaktif, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan setiap tahap pengolahan.
Menurut Suyatmi, ketua Dawis Bougenville, kegiatan ini menjadi sarana yang sangat bermanfaat bagi anggota Dawis.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga. Keterlibatan langsung masyarakat dalam setiap proses pelatihan membuat semangat belajar semakin tinggi,” ujarnya.
Selain praktik, pelatihan juga menghadirkan sesi diskusi mengenai potensi usaha berbasis bonggol pisang, strategi pemasaran, serta peluang untuk mengembangkan produk secara berkelanjutan.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi, saling bertukar pengalaman, dan berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan memadukan pengetahuan akademik dan kebutuhan praktis masyarakat.
Harapannya, melalui pelatihan ini, masyarakat Dawis Bougenville dapat meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat ekonomi lokal di Masaran, Sragen.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan program yang bermanfaat serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tercipta generasi wirausaha baru yang memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Tak lupa ucapan terima kasih kepada Kemetrian Riset dan Teknologi yang telah memberikan pendaan sehingga terselesaikan kegiatan ini. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono