RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menyiapkan kelas program khusus sebagai prioritas pendidikan bagi siswa berprestasi jenjang SMP tahun ini. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan siswa agar mampu bersaing masuk sekolah-sekolah unggulan maupun Sekolah Garuda di jenjang SMA.
Kepala Disdik Kota Solo Dwi Aryatno menyampaikan, program tersebut akan dilaksanakan di SMPN 24 dan SMPN 25 Solo. Total akan dibuka enam kelas. Masing-masing diisi 25 siswa. Ini upaya pembinaan akademik dan karakter secara lebih intensif.
”Penempatannya diambil dari sekolah yang peminatnya relatif sedikit, yaitu SMPN 24 dan SMPN 25 Surakarta. Kemarin wali kota menginisiasi agar sekolah-sekolah ini bisa lebih diminati, sehingga intervensi pembelajarannya disiapkan melalui program khusus,” ujar Dwi, Jumat (2/1).
Secara teknis, enam kelas tersebut akan dibagi merata, yakni tiga kelas di SMPN 24 dan tiga kelas di SMPN 25 Surakarta, dengan sistem pembelajaran yang berbeda dari kelas reguler.
Dwi menjelaskan, kelas program khusus ini berfungsi sebagai sekolah persiapan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMA unggulan. Salah satu metode yang diterapkan adalah moving class. Di mana siswa berpindah kelas sesuai dengan mata pelajaran yang diikuti.
”Kalau biasanya guru yang mendatangi kelas, di program khusus ini justru siswa yang berpindah kelas sesuai tematik mata pelajarannya. Tujuannya untuk meningkatkan minat dan antusiasme belajar siswa,” imbuhnya.
Selain metode pembelajaran, disdik juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Selain itu disiapkan materi ajar yang lebih kompleks dibandingkan sekolah reguler.
”Kami akan merekrut guru-guru dengan kemampuan lebih tinggi untuk mengajar di kelas program khusus. Nantinya juga disiapkan pelatihan khusus dengan metode pembelajaran yang baru,” jelas Dwi.
Dia menambahkan, periode Januari hingga Juni akan difokuskan untuk peningkatan kompetensi guru yang akan mengisi kelas program khusus. Program ini ditargetkan mulai dibuka pada tahun ajaran baru 2026.
”Program ini hanya berlaku untuk siswa baru. Sementara siswa kelas 8 dan 9 tetap mengikuti pembelajaran reguler seperti sebelumnya,” tambahnya.
Menurut Dwi, konsep kelas program khusus ini serupa dengan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang sebelumnya diterapkan di SMPN 1 Surakarta, dengan perbedaan pada metode pembelajaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana kelas.
Adapun proses seleksi siswa akan dilakukan secara ketat. Hanya siswa dengan tingkat intelegensi tinggi yang dapat masuk kelas program khusus, dengan penilaian berdasarkan prestasi akademik, kemampuan siswa, serta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai acuan utama. (alf/adi)
Editor : fery ardi susanto