RADARSOLO.COM – Membentuk karakter islami pada anak-anak tidak harus di dalam kelas. Di luar kelas pun bisa. Salah satunya melalui media wayang golek di Masjid Cipto Mulyo Pengging, Banyudono, Boyolali.
Outing class di Masjid Cipto Mulyo diikuti puluhan siswa kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, belum lama ini. Kegiatan ini salah satu upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang menyentuh pengalaman langsung di lapangan.
Koordinator kelas IV Eka Pratiwi Nugrahini menjelaskan, kegiatan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Menurutnya, media wayang golek efektif membantu siswa memahami konsep Kemuhammadiyahan.
Eka menambahkan, melalui pendekatan budaya, siswa tidak hanya memahami materi secara teori. Siswa juga merasakan langsung nilai-nilai yang terkandung di dalam wayang golek.
“Masjid di sini merupakan cagar budaya, dengan nilai historis penting dalam perkembangan syiar Islam di Solo Raya. Dengan suasana yang sarat nilai sejarah, siswa diajak memahami Islam berkemajuan secara kontekstual,” jelas Eka.
Baca Juga: Bikin Website Edu Solar dan IoT Hub Untuk Wilayah 3T, Mahasiswa UMS Panen Medali
Selama kegiatan, siswa mendapatkan materi dari dalang sekaligus Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono Ki Pujiono. Ia menyampaikan materi secara interaktif, melalui pertunjukan wayang golek. Lakon yang dimainkan seputar pentingnya menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta berkontribusi bagi masyarakat.
“Saat ini kalian sedang menempuh perjalanan ilmu. Lakukan dengan sungguh-sungguh dan jadilah generasi yang mampu menorehkan karya bermanfaat bagi masa depan,” kata Ki Pujiono.
Baca Juga: Pelopor Program S2 Magister Fisioterapi Pertama Di Indonesia Ternyata Dari Solo
Sementara itu, salah seorang peserta Muhammad Romy Aditya mengaku antusias mengikuti kegiatan. Ia menilai pembelajaran melalui wayang golek membuat materi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.
“Belajar jadi lebih seru. Pesan yang disampaikan melalui tokoh wayang lebih mudah dipahami,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto