Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perkuat Peran Guru Olahraga, Nutrifood Gelar Pelatihan tentang Pola Hidup Sehat

Alfida Nurcholisah • Senin, 11 Mei 2026 | 20:15 WIB
BERI PEMAHAMAN: Nutrifood menggelar program Physical Education Teacher. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
BERI PEMAHAMAN: Nutrifood menggelar program Physical Education Teacher. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Nutrifood berkolaborasi dengan Yayasan Guru Belajar menggelar program Physical Education Teacher. Kegiatan yang digelar di Nutrihub Solo ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) dalam mengedukasi pola hidup sehat kepada siswa.

Area Marketing Associate Nutrifood Soloraya Yohanes Nico mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan di bidang pendidikan. “Kami melihat pendidikan menjadi salah satu titik krusial yang bisa kami kontribusikan, salah satunya lewat guru PJOK. Mereka adalah garda terdepan untuk membantu anak-anak memiliki pola hidup yang lebih sehat,” ujarnya, Senin kemarin (11/5).

Dia menilai, masih banyak anak yang kurang memahami pentingnya pola makan bergizi, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Program tersebut telah berlangsung sejak Januari dengan rangkaian seleksi yang cukup panjang. Dari ribuan pendaftar, terpilih 18 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sebelumnya kami melakukan seleksi daring dan memanfaatkan media sosial untuk membuat konten edukasi gizi. Kami juga memberikan materi terkait edukasi nutrisi,” katanya.

Pada tahap pertemuan luring, para peserta mendapatkan pendalaman materi terkait pola hidup sehat, nutrisi yang tepat bagi tubuh, hingga penyusunan kurikulum pembelajaran kesehatan di sekolah.

Menurut Nico, tujuan utama kegiatan tersebut ialah membangun pemahaman siswa mengenai makanan bergizi dan pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari olahraga hingga istirahat yang cukup.

“Meskipun sekarang ada program MBG, alangkah baiknya siswa juga memahami bagaimana olahraga dan istirahat yang tepat. Itu yang kami titipkan kepada para guru peserta,” ungkapnya.

Dia menambahkan, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan luring saja, melainkan akan dilanjutkan dengan pemantauan implementasi di sekolah masing-masing.

“Tahun ini adalah tahun kedua kami menyelenggarakan kegiatan ini. Harapannya kerja sama ini bisa terus berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, guru SMKN 7 Surakarta sekaligus pendamping area Yayasan Guru Belajar Tri Agung Bagus menyebut, kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi sekolah saat ini.

“Ada 18 peserta dari berbagai daerah seperti Ponorogo, Ngawi hingga Tangerang. Kegiatan ini relevan dengan upaya kami membangun kesadaran murid bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah perubahan gaya hidup generasi muda yang cenderung kurang aktif bergerak. “Sekarang banyak generasi yang lebih memilih rebahan dibanding aktivitas gerak. Padahal aktivitas gerak adalah pondasi utama tubuh yang kuat dan sehat. Karena itu kami tekankan olahraga teratur, makanan sehat dan bernutrisi, serta istirahat yang cukup,” pungkasnnya. (alf/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#pjok #pendidikan #guru