Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Cerita Unik MPLS Di SMP Kelas Program Khusus Solo Yang Dibuka Tahun Ini, Siswa Tulis Cita-Cita Di Pohon Harapan

Alfida Nurcholisah • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:17 WIB
Siswa kelas Program Khusus Kota Solo menulis cita-citanya saat MPLS, Selasa (14/7). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Siswa kelas Program Khusus Kota Solo menulis cita-citanya saat MPLS, Selasa (14/7). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Suasana berbeda terlihat pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kelas Program Khusus SMPN 24 dan 25 Solo, Selasa (14/7).

Ratusan siswa baru diajak menuangkan cita-cita mereka melalui kegiatan yang dikemas dalam Pohon Harapan.

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter dalam konsep MPLS Ramah tahun ini.

Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa menuliskan harapan selama menempuh pendidikan di SMP Program Khusus pada secarik kertas yang disusun dalam pohon karton yang dibuat oleh masing-masing kelompok.

Baca Juga: Empat SDN Tanpa Murid Baru di Karanganyar Tiadakan MPLS

Ketua Panitia MPLS SMP Ahmad Deden mengatakan, kegiatan itu menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan target dan impian mereka selama bersekolah.

"Anak-anak membuat pohon harapan. Mereka menuliskan harapan-harapan mereka selama mengikuti MPLS maupun selama bersekolah di Program Khusus ini," ujarnya, Selasa (14/7).

Sebelum membuat pohon harapan, siswa mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat dan berbagai permainan di lapangan yang membuat suasana MPLS hari kedua berlangsung lebih santai dan menyenangkan.

Baca Juga: Pasar Klewer Sepi Bikin SDN Kauman Solo Dua Tahun Ini Krisis Murid

Menurut Deden, seluruh rangkaian kegiatan dirancang sesuai konsep MPLS Ramah yang dicanangkan Kementerian Pendidikan.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan sekolah lebih mengedepankan kenyamanan dan kedekatan antara guru dengan peserta didik.

"Kami ingin anak-anak merasa nyaman dan betah di sekolah. Tidak ada kekerasan ataupun perpeloncoan. Semua dilakukan dengan pendekatan persuasif agar mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah," katanya.

Setelahnya para siswa juga diberikan penyuluhan langsung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghindari segala bentuk Napza. 

Ia juga memastikan pelaksanaan MPLS tidak membebani orang tua siswa. Seluruh kegiatan digelar tanpa pungutan biaya karena didukung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan program khusus Pemerintah Kota Solo.

Salah seorang peserta MPLS SMPN 25 Surakarta Almahyra Nareswari, 10, mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan sejak hari pertama. Menurutnya, suasana MPLS sejak hari pertama seru dan menyenangkan.

Baca Juga: MPLS Dulu Disebut MOS, Kok Berubah?

"Senang banget karena teman-temannya baik-baik semua. Kemarin dikenalkan lingkungan sekolah dan fasilitasnya, sekarang kegiatannya juga seru. Enggak ada yang bikin terbebani," tuturnya.

Siswa dengan IQ 130 tersebut berharap setelah lulus dari SMP Program Khusus bisa melanjutkan proses belajarnya di SMA Kemala Bhayangkara dan masuk ke Universitas Pertahanan.

"Penginnya setelah lulus bisa sekolah di SMA Kemala Bhayangkara dan kuliah seperti kakak saya yang sudah keterima di Unhan jurusan Teknik Sipil," ungkapnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#smp pk solo #kelas program khusus #pohon harapan #MPLS #smpn 24 solo