Kementerian UMKM Gandeng Wibawa UNS, Perkuat Inkubator Bisnis Mahasiswa

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:48 WIB
HUMBLE: Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik saat menghadiri sebuah acara di UNS, Sabtu (19/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
HUMBLE: Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik saat menghadiri sebuah acara di UNS, Sabtu (19/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi salah satu kampus percontohan yang dipilih Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam uji coba Program Pro-Kesra Produktif. Pemilihan tersebut tak lepas dari keberhasilan Program Wibawa, inkubator bisnis mahasiswa yang telah dijalankan UNS secara konsisten sejak 2021.

Melalui kolaborasi ini, Kementerian UMKM ingin memperkuat ekosistem pembinaan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Tidak hanya menyasar mahasiswa, program tersebut juga dirancang untuk mendampingi calon pengusaha hingga pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan, Program Pro-Kesra Produktif akan melengkapi sistem inkubasi bisnis yang telah dibangun UNS melalui Program Wibawa.

"Kami mengapresiasi inisiatif UNS yang sejak awal telah menyiapkan program konkret untuk memudahkan generasi muda, khususnya mahasiswa, menjadi calon wirausaha. Program Wibawa yang sudah berjalan konsisten ini akan kami perkuat melalui Pro-Kesra Produktif," ujarnya saat ditemui di UNS, Sabtu (19/7).

Baca Juga: Dua Koridor Disekitar Stasiun di Solo Dikonsep Jadi Lokasi Wisata Ramah Pejalan Kaki

Menurut Riza, Pro-Kesra Produktif menawarkan dua manfaat utama. Pertama, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pendampingan, dan inkubasi bisnis. Kedua, peningkatan aksesibilitas berupa pembiayaan, sertifikasi, legalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar. Seluruh layanan tersebut nantinya terintegrasi dalam aplikasi Sapa UMKM.

"Kami ingin calon pengusaha tidak berhenti pada pelatihan saja. Kalau belum memiliki perencanaan bisnis yang matang akan kami perkuat, jika pembukuannya belum baik akan kami dampingi, dan apabila masih kesulitan mengakses pembiayaan maupun pasar akan kami hubungkan melalui ekosistem ini," jelasnya.

Baca Juga: Jateng Bidik Pertahankan Gelar Juara Umum Peksiminas 2026

Dia menambahkan, penguatan dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, memperkuat proses inkubasi melalui Pro-Kesra Produktif. Kedua, memfasilitasi lulusan inkubator lewat Bursa Wirausaha Unggulan. Ketiga, melakukan monitoring dan evaluasi pasca-inkubasi melalui platform Sapa UMKM.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengejar target 10 juta penduduk berusaha dan bekerja pada 2029. Untuk mewujudkannya, Kementerian UMKM menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari perguruan tinggi, BUMN, BUMD, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga asosiasi yang memiliki lembaga inkubator bisnis.

"Saat ini Kementerian UMKM telah mengidentifikasi 754 lembaga inkubator di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 140 inkubator telah diperingkat berdasarkan kualitas proses inkubasinya. Ke depan, seluruh inkubator akan diintegrasikan melalui Sapa UMKM agar proses pembinaan lebih terukur," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNS Dody Ariawan menyebut, kolaborasi dengan Kementerian UMKM akan menjadi penguatan penting bagi Program Wibawa yang selama ini dijalankan kampus.

Tahun ini, Program Wibawa menerima sekira 600 proposal usaha mahasiswa. Setelah melalui proses seleksi, hanya 170 proposal yang dinyatakan lolos dengan melibatkan sekitar 800 mahasiswa.

"Ada sekira 600 proposal yang masuk di Program Wibawa UNS. Dari jumlah tersebut kami kurasi menjadi 170 proposal yang melibatkan 800 mahasiswa," ungkap Dody.

Menurutnya, selama ini UNS baru mampu mengantarkan mahasiswa hingga tahap wirausaha pemula. Dengan dukungan Pro-Kesra Produktif, mahasiswa diharapkan dapat terus berkembang menjadi pengusaha yang lebih mapan setelah lulus melalui berbagai program pendampingan yang dimiliki Kementerian UMKM. (alf/nik)

Editor : Niko auglandy
Program Wibawa MKMK uns