RADARSOLO.COM - Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dituntut semakin profesional seiring dengan terus bertambahnya unit usaha baru.
Hal tersebut mendorong tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar program penguatan tata kelola BUMDes Sugeng Abadi di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini didanai melalui Hibah BIMA DPPM Kemendiktisaintek program pengabdian masyarakat 2026, mengusung tema "Akselerasi Start Up Desa Melalui Pelatihan Manajerial Bagi Manajer Usaha BUMDes Sugeng Abadi Mulur Sukoharjo".
Baca Juga: Univet Tuan Rumah Seminar Deep Learning dan Pelantikan PC ABKIN Solo Raya
Tim pengabdian terdiri atas dosen lintas program studi, yakni Made Wedaswari, Aisyah Rukmi Widowati, dan Ahmad Dzakiyuddin, serta melibatkan dua mahasiswa: Chantika Lutfiah Okta Anggraini dan Sarah Dwi Riyanti.
Program pendampingan dijalankan melalui tiga tahapan utama: sosialisasi, pelatihan manajerial, serta penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dan Key Performance Indicator (KPI).
Penanggung jawab kegiatan, Made Wedaswari, menjelaskan bahwa penyusunan SOP dan KPI ditujukan agar tata kelola BUMDes memiliki sistem kerja baku dan tidak bergantung pada figur individu tertentu.
“Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan ini, kami ingin pengurus dan manajer unit usaha tidak hanya memahami konsep manajemen, tetapi mampu menerhapkannya dalam aktivitas BUMDes sehari-hari,” terang Made Wedaswari, Kamis (13/8/2026).
Made merinci, dokumen SOP memberikan kepastian tugas serta alur kerja, sedangkan KPI difungsikan sebagai alat ukur capaian kinerja setiap bagian dan unit usaha secara objektif.
“Harapannya, SOP dan KPI yang disusun bersama ini nantinya benar-benar digunakan, dievaluasi dan disempurnakan sesuai perkembangan BUMDes. Jadi program tidak berhenti ketika pelatihan selesai,” tambahnya.
Baca Juga: Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Univet Sukoharjo Sukses Raih Akreditasi "Unggul"
Pendampingan penyusunan SOP dilakukan secara langsung pada beberapa unit kerja, mulai dari sekretariat, keuangan, Unit Usaha Internet Desa (SANET), hingga Unit Usaha Bank Sampah Induk (BSI) Mulur.
Tim dosen mendampingi pengurus dalam menyempurnakan alur kerja, pembagian kewenangan, penanggung jawab, serta mekanisme pengendalian.
Direktur BUMDes Sugeng Abadi Mulur, Adi Prihananto, menyambut positif langkah akademisi Univet Bantara tersebut. Ia menilai penguatan kapasitas SDM sangat vital di tengah ekspansi unit usaha desa.
“Kami berharap melalui pelatihan manajerial ini pengurus dan manajer unit usaha semakin memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing,” kata Adi Prihananto.
Baca Juga: 430 Mahasiswa Diwisuda, Univet Bantara Sukoharjo Siap Menuju Kampus Unggul
Adi menegaskan bahwa SOP akan dijadikan panduan operasional bersama, sementara KPI akan dimanfaatkan untuk evaluasi berkala kinerja masing-masing divisi.
“Harapan kami, setelah program ini selesai, BUMDes Sugeng Abadi memiliki tata kelola yang lebih profesional dan tidak bergantung kepada orang per orang,” ujar Adi.
Pascapenyusunan dokumen, tim pengabdian Univet Bantara akan melanjutkan ke tahap pendampingan implementasi serta evaluasi berkala SOP dan KPI di lapangan.
"Kolaborasi Univet dan BUMDes ini diharapkan mampu membangun tata kelola yang lebih tertib, terukur dan berkelanjutan," pungkas Made. (alf)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com