RADARSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai mengembangkan lini usaha baru.
Berupa pembukaan operasional 58mart di Jalan Duwet Raya No. 3, Pabelan, Sukoharjo, pada Senin (17/8).
Gerai yang berdiri di atas lahan sekitar 400 meter persegi itu menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya menyasar civitas akademika UMS, 58mart juga dibuka untuk masyarakat umum.
Ketua Badan Pengembangan Usaha dan Investasi (BPUI) UMS Bambang Sumardjoko mengatakan, 58mart merupakan hasil kolaborasi UMS dengan PT Daya Surya Sejahtera Surya Mart Ponorogo.
Sebelum beroperasi, sebanyak 10 karyawan pemula menjalani pelatihan sekaligus magang selama sebulan di Ponorogo.
Nama 58mart diambil dari tahun berdirinya UMS, yakni 1958. Gerai tersebut mengusung tagline “hemat, ramah, dan berkah”.
“Harapannya orang yang belanja di sini merasa nyaman, senang, barangnya kualitasnya bagus dan dilayani dengan baik. Kami berharap semuanya membawa keberkahan, tidak hanya bagi kami, tapi juga masyarakat lebih luas,” kata Bambang.
Dia menegaskan, pembukaan 58mart bukan sekadar membuka toko baru.
Pengembangan usaha tersebut telah melalui perhitungan bisnis agar dapat memberikan keuntungan bagi kampus.
“Sudah kita hitung dengan cermat. Insyaallah apa yang kita lakukan harapannya menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMS Harun Joko Prayitno menyebut, 58mart sebagai langkah awal untuk mengembangkan potensi lahan UMS menjadi kawasan usaha.
Ke depan, area tersebut direncanakan turut dilengkapi usaha toko kue dan kafetaria.
Menurut Harun, pengembangan unit usaha tersebut juga sejalan dengan tema Milad UMS, Sinergi dan Transformasi Progresif Berdampak dan Berkelanjutan Profetik.
“Atas nama universitas, menyampaikan kepada semua pihak yang telah membantu ini supaya bangunannya berkontribusi dan berdampak. Monggo mari kita kelola bersama-sama,” ungkapnya.
Baca Juga: Sebelum Proklamasi, Sutan Sjahrir Sudah Tahu Jepang Menyerah
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Marpuji Ali menambahkan, pengembangan ekonomi melalui 58mart diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Menurutnya, aktivitas usaha tersebut tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat dakwah dan kemanfaatan sosial.
Marpuji mengatakan, hasil yang diperoleh dari kegiatan awal 58mart nantinya akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang tengah mengalami musibah, khususnya warga Muhammadiyah di Nusa Tenggara Timur dan wilayah sekitarnya.
“Mudah-mudahan dengan amal yang sangat dicintai Allah ini, Allah nanti akan memberkahi kita semuanya, memberkahi UMS dan semuanya yang ikut memajukan 58mart ini dalam rangka kepentingan dakwah Islam amar makruf nahi mungkar,” harapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo