RADARSOLO.COM - Sebanyak 237 siswa SD/MI se Solo Raya beradu kemampuan dalam PK Competition 2026 di SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, pekan lalu.
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa mengasah kemampuan akademik, bahasa, hingga keagamaan.
Dua kompetisi utama digelar dalam PK Competition tahun ini, yakni Plasmic dan Frasa. Plasmic diikuti 192 peserta dengan cabang olimpiade Matematika, IPA, dan IPS.
Sementara Frasa diikuti 45 peserta dengan cabang membaca puisi, story telling Bahasa Inggris, mendongeng Bahasa Jawa, dan murottal Alquran.
Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Muhdiyatmoko mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah memberikan ruang bagi siswa SD/MI untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun pengalaman berkompetisi.
Baca Juga: Skema Layanan Setelah PLDPI Solo Dihapus: Terapi Medis Dinkes, Pendidikan Ranah Disdik
“Alhamdulillah, lomba diikuti kurang lebih 200 siswa SD/MI se Solo Raya. Sesuai dengan tema, nyalakan potensimu, pancarkan prestasimu. Peserta sangat antusias mengikuti lomba,” ujarnya, Selasa (15/9).
Menurut dia, kompetisi tidak semata mengejar kemenangan. Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi siswa untuk mengenali dan melejitkan kemampuan yang dimiliki.
“Harapannya, dengan adanya lomba tersebut potensi para siswa SD/MI se-Solo Raya bisa terwadahi dan menjadi sarana para siswa untuk melejitkan potensinya,” imbuhnya.
Antusiasme juga datang dari orang tua peserta. Apri, orang tua Hanif Nur Azfar Zainudin dari SD Islam Diponegoro, menilai PK Competition memberikan pengalaman positif bagi anak untuk belajar berkompetisi secara sehat.
“Acara ini sangat bagus sekali karena mendorong anak-anak berkompetisi secara sehat dan mendorong kualitas pendidikan lebih baik,” katanya.
Dia berharap kompetisi serupa dapat digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, ajang tersebut dapat mendorong siswa menjadi lebih kreatif sekaligus memiliki daya saing.
Salah satu peserta, Alvaro Allinson Kristanto dari SD Kanisius Keprabon 2 Solo, mengaku tertantang mengikuti olimpiade Matematika.
Ia berharap kompetisi tersebut terus berlanjut.
“Saya sangat senang dan soalnya sangat menantang. Harapan saya lomba ini harus diteruskan sampai generasi berikutnya. Saya juga berharap menjadi juara satu,” kata Alvaro.
Baca Juga: PLDPI Dihapus, Orang Tua ABK Cemas Tidak Mendapat Layani Terapi Gratis
Harapan tersebut berbuah hasil. Alvaro berhasil meraih Juara I Olimpiade Matematika. Prestasi itu menambah catatan capaian yang diraihnya pada 2026, setelah sebelumnya meraih medali emas OSN Matematika dan The Best Exploration.
Selain Alvaro, sejumlah peserta lainnya juga berhasil menjadi juara pada tujuh cabang yang diperlombakan.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang.
PK Competition diharapkan tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi juga ruang bagi siswa SD/MI untuk berani menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi sejak dini. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo