Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kekalahan Terbesar Persis Solo Adalah 13-0, Lawannya Persija Jakarta 70 Tahun Lalu, Ini Kisahnya

Niko auglandy • Jumat, 19 April 2024 | 04:43 WIB

 

Logo Persis Solo
Logo Persis Solo

 

RADARSOLO.COM – Dalam laga lanjutan Liga 1 2023/2024, Persis Solo kalah 0-1 oleh tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 April 2024. Persija Jakarta bisa menang karena gol sundulan Marko Simic.

Sejatinya apa yang terjadi Persis Solo saat ini kalah menyakitkan ketimbang yang sempat terjadi 70 tahun lalu. Tepatnya di ajang Kejuaraan nasional PSSI 1953/1954 (kasta tertinggi liga Indonesia saat itu di era perserikatan).

Bahkan kekalahan ini, tercatat sebagai kekalahan terbesar Persis Solo dalam sejarah tim ini berdiri, sejak 1923. Dan sepertinya yang kemenangan terbesar Persija Jakarta juga dalam catatan sejarah tim ini.

Baca Juga: ON THIS DAY 25 MARET 1933: 91 Tahun Lalu Pemain dari Belanda Tanding di Stadion Sriwedari Solo, Ini Kisahnya?

Di mana di tragedi tersebut terjadi di Surabaya, 20 November 1954 silam. Saat itu Persis Solo kalah 13-0. Di babak pertama saja, Persis Solo sudah tertinggal tujuh gol.

Perjalanan Persis Solo ke babak nasional, sejatinya cukup menjanjikan untuk bisa berprestasi. Kompetisi PSSI 1953/1954 Persis Solo memulai langkah dari babak awal, yakni regional Jawa tengah.

Di babak zona Jawa Tengah-distrik Selatan, Persis Solo jadi pemuncak klasemen. Usai unggul posisi dari PSIM Jogja, IS Banyumas Purwokerto, dan PPSM Magelang.

Baca Juga: ON THIS DAY 23 MARET 1969: Persis Solo Gagal Tumbangkan Wakil Mutiara dari Priangan Barat di Kota Nanas Madu, Bumi Parahyangan

Setelah itu Persis melaju ke final round PSSI zona Jateng melawan jawara Jateng bagian utara, yakni PSIS Semarang dan Persip Pekalongan, Persis Solo lagi-lagi jadi pemuncak klasemen.

Dari enam laga yang dijalani, Persis Solo menang lima kali, dan hanya sekali kalah. Dua teratas bertarung untuk merebutkan tiket ke babak nasional. Persis Solo harus melawan PSIS Semarang home and away.

Baca Juga: On This Day 13 Maret 1957: Jenazah Paku Buwono VI Dipindahkan dari Ambon ke Imogiri, PB VI Sempat Berjuang Bersama Pangeran Diponegoro Lawan Belanda

Leg pertama di Semarang (19/6/1954) Persis kalah 0-1. Namun akhirnya bisa dibalas di Stadion Sriwedari, 27 Juni 1954 dengan skor serupa.

Karena agregat jadi imbang, akhirnya dilakukan game ketiga, pada 29 Juni 1954 di Kota Solo. Dalam laga ini, Persis Solo bisa menang 3-1, dan mendapatkan tiket emas lolos ke babak nasional.

Alih-alih unjuk gigi, bahkan bisa juara, ternyata performa Persis malah memble.

Persis Solo membuka langkah pertamanya dengan kalah dari tuan rumah Persebaya Surabaya 0-5 (19/11/1954). Sehari kemudian giliran Persija Jakarta mengalahkan Persis Solo dengan skor lebih telak, yakni 13-0.

Game selanjutnya Persis Solo bisa main di rumah sendiri, yakni Kota Solo. Tapi bukan bahagia yang didapat, namun rentetan duka kembali mereka rasakan.

Baca Juga: On This Day 7 Maret 1937: Pemain Persis Solo B Unjuk Gigi di Pembukaan Lapangan Sepak Bola di Jogja, Kondisi Lapangan Memprihatinkan

Saat melawan PSM Makassar (17/12/1954), Persis Solo kalah 2-4. Persis hanya bisa mencetak gol dari brace yang dicetak oleh Darmadi

Sehari kemudian, giliran PSMS Medan yang mengalahkan Persis Solo dengan skor 3-1. Darmadi kembali cetak gol, sayang tak bisa membantu timnya menang.

Game terakhir Persis Solo di babak nasional digelar di Surabaya, yakni melawan Persema Malang, 23 Desember 1954. Dalam laga ini kedua tim bermain imbang 2-2, dan ini jadi poin pertama Persis Solo di kompetisi nasional di musim tersebut.

Baca Juga: On This Day 8 Maret 1935: Hizbul Wathan Solo Hanya Bermain dengan 8 Pemainperserikatan

Sebaliknya nasib Persija Jakarta lebih mujur. Di babak nasional, Persija Jakarta menang 100 persen dalam lima laga yang dijalani. Produktivitas golnya juga cukup bagus. Yakni mencetak 23 gol. sialnya 13 gol diantaranya dicetak ke gawang Persis Solo.

Sebaliknya Persis Solo jadi juru kunci dan hanya dapat satu poin dari lima laga yang dijalani.

Gawang Persis Solo juga jadi bulan-bulanan, karena 27 kali kebobolan, dan hanya lima kali bisa cetak gol ke gawang lawan. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#pssi #persija jakarta #persis solo #perserikatan #kompetisi #1954