Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kasus Cukur Alis Muncul Karena Konflik Dendam Suporter Persis Solo ke Fans Persib Bandung, Ini Harapan Panpel Stadion Manahan

Antonius Christian • Senin, 6 Mei 2024 | 04:27 WIB
ksus perundungan terhadap suporter yang didoga berasal dari Bandung di Kota Solo.
ksus perundungan terhadap suporter yang didoga berasal dari Bandung di Kota Solo.

RADARSOLO.COM - Kasus perundungan yang dilakukan oknum suporter di Solo turut mendapat perhatian pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Stadion Manahan. Pihak panpel menyayangkan kasus balas dendam masih terjadi antarsuporter, hingga berujung penindakan hukum.

Ketua Panpel Ginda Ferachtriawan yang juga anggota DPRD Kota Surakarta berharap kejadian seperti ini bisa jadi pembelajaran.

"Kami semua berharap kedepan memang suporter tamu bisa hadir, namun seperti yang kita tahu sementara untuk pertandingan tanpa penonton tim tamu. Untuk itu kesadaran suporter ini penting. Kan sayang, ego pribadi malah berujung pada kasus hukum," ujar Ginda.

Soal Konflik antar suporter Persis dan Persib ini, Ginda mengakui sudah berlangsung cukup lama. Bukan karena satu atau dua kejadian saja.

"Dari dulu sudah ada. Sebenarnya sudah berdamai, namun ada beberapa suporter yang harus melakukan pembalasan. Ini yang tidak kita inginkan. Bola ya bola, di dalam stadion kita mendukung tim masing-masing, diluar kita teman," tuturnya.

Soal penegakan tegas yang dilakukan Polresta Solo, Ginda memberi apresiasi.

“Ini langkah tegas. Jadi kalau nanti sudah dibuka untuk umum, siapapun yang melakukan aksi melanggar hukum tindak saja secara tegas. Jadi ketika tandang ke Bandung, sudah clear masalahnya, tidak ada dendam lagi. Kalau memang ada intimidasi ya silakan melapor lah," ujar Ginda.

Lebih lanjut, Ginda mengatakan bisa saja kedepan ada sanksi yang dijatuhkan dari PSSI ke Persis Solo karena kasus seperti ini. Contoh menurutnya adalah larangan suporter Persis Solo untuk mendukung klub kesayangannya secara langsung.

"Ini yang kami khawatirkan. Kami selalu berusaha untuk sosialisasi hingga penindakan tegas," ujarnya.

Soal hadirnya suporter Persib Bandung ke Solo yang  seharusnya dilarang karena tim tamu dilarang hadir, Ginda sulit untuk mendeteksi.

"Ketika ada tim tamu yang datang, tidak kami izinkan masuk. Kami berprinsip, jangan sampai percikan jadi ledakan. Jadi daripada menjadi keributan di dalam stadion karena ada suporter tamu, mending kami minta dia keluar," papar Ginda.

Ginda menambahkan distribusi tiket berada di tangan manajemen klub, sedangkan untuk pertandingan Persis Solo ada ditangani pihak ketiga, yakni platform tiket online untuk penjualan tiket.

"Yang harus dipahami kita ikuti aturan yang telah ditetapkan PSSI." ucap Ginda.

Apakah penjualan tiket terhadap tim tamu ini bisa dilarang menggunakan sistem? Ginda mengatakan bisa saja. Hanya saja belum ada sarpras yang mumpuni untuk itu.

"Butuh mesin scan, supaya bisa kita screening. Kalau mau nambah alat berarti kan nambah anggaran, dan itu tidak kecil. Sehingga kita harap kesadaran dari teman-teman suporter saja," papar Ginda. (atn/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#persib bandung #persis solo #panpel #stadion manahan #polresta