RADARSOLO.COM - Nama Evan Dimas kembali ramai dibicarakan di sosial media, bukan karena performa di lapangan, melainkan karena penampilannya yang kini tampak jauh berubah.
Sebuah video yang diunggah di akun Instagram dan TikTok, termasuk oleh akun @rafi.yudhika dan @rapiiieee, memperlihatkan Evan tengah berdiri di awal video dengan mengenakan kaos hitam.
Yang kemudian mencuri perhatian adalah perubahan fisik Evan Dimas yang tampak jauh lebih kurus dan tirus dari sebelumnya.
Dikutip dari akun Instagram @rafi.yudhika, Evan terlihat mengenakan kaus hitam lengan panjang tengah direkam.
Penampilan Evan pun sontak membikin syok Netizen. Postingan itu pun menjadi viral.
Tak sedikit netizen yang menduga Evan Dimas menderita suatu penyakit.
"Apa dia kena diabet?" tulis @andukbudy.
"Kurusmu koyo sakit dalem TBC Paru," ujar @cathouse_51.
"Evan Dimas kayak orang sakit. Kena penyakit apa beliau. Padahal dulu luar biasa," tulis @abdul_ghufron_.
"Semoga Evan Dimas bisa perform lagi, lini tengah timnas butuh beliau sebenarnya," tulis @dadang_mayando.
Rekam Jejak Evan Dimas
Nama Evan Dimas Darmono sempat dielu-elukan sebagai masa depan sepak bola Indonesia.
Gelandang kelahiran Surabaya itu dikenal sebagai mantan wonderkid Timnas Indonesia, kapten generasi emas u-19 yang mengantarkan Garuda Muda menjuarai AFF U-19 2013 dan mencetak lima gol sepanjang turnamen
Evan Dimas Darmono atau biasa disapa Evan Dimas lahir di Surabaya, 13 Maret 1995 dari pasangan Condro Darmono dan Ana Darmono.
Evan Dimas adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia lahir dan besar dari keluarga sederhana.
Sejak usianya 4 tahun, Evan selalu minta dibelikan bola kepada ibunya dan sering bermain di tanah lapang dekat rumahnya.
Dan ketika menginjak kelas empat SD, Evan minta dimasukkan sekolah sepakbola.
Sebagai orang tua perempuan, ibunya sempat melarang. Ia tak ingin anaknya 'babak belur' dan sering jatuh akibat bermain bola.
Namun, kemauan yang sangat keras anaknya membuat ibunya luluh juga. Evan Dimas akhirnya masuk di Sekolah Sepakbbola (SSB) Sakti di Kompleks TNI AL, Surabaya.
Di tengah rutinitas sebagai pelajar SDN Made I, Evan kecil kemudian hanyut dengan jadwal SSB.
Kurang lebih tiga tahun belajar di SSB Sakti Bogowonto, Evan yang saat itu kelas enam dan akan masuk SMP minta pindah ke SSB Mitra Surabaya, yang jaraknya lebih jauh dari rumahnya.
Tempat latihannya, di dekat Kampus Unesa, Surabaya. Di tempat SSB yang baru, Evan makin mantap mendapatkan gemblengan dan teknik bermain sepakbola.
Prestasinya mulai terlihat dengan terbukti Evan mengikuti sejumlah kompetisi baik antar kabupaten dan kota se- Jawa Timur bahkan mengikuti turnamen mewakili provinsi Jatim yang digelar sejumlah kota di luar Jawa.
Prestasi lainnya terus diukir, Evan juga tercatat pernah menjuarai sepakbola remaja tingkat provinsi se Jatim, dengan mendapat juara pertama.
Kemudian, pada tahun 2010, kakak dari Tirsa Dian Maulana, Hanif Fathurrahman dan Faridah Noviana itu dinyatakan lolos seleksi PON tahun 2010.
Itu berlanjut dengan mengikuti PON di Palembang tahun 2012. Kemudian lolos mengikuti tim U-19 yang diberangkatkan ke Spanyol untuk seleksi di Barcelona dan Hongkong.
Saat tanding di Hongkong, tim yang dikawal Evan juga menang dengan predikat juara satu.
Pada tahun 2013, Evan kembali dinyatakan lolos seleksi dan masuk ke AFF untuk Tim Nasional Garuda.
Arek Surabaya yang lahir dan besar di kampung pinggiran Kota Surabaya itu pun masuk TC dan mendapat pelatihan nonstop di Yogyakarta.
Evan juga terpilih menjadi kapten timnas U-19, ia menjadi pencetak gol terbanyak dan berhasil mengantarkan timnas juara Piala AFF pertama kalinya.
Berkat penampilannya yang gemilang bersama timnas U-19, Evan terpilih untuk masuk skuad sementara Timnas Indonesia Senior yang saat itu dilatih oleh Alfred Riedl.
Tahun 2016, Evan mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan di RCD Espanyol B di Spanyol selama 4 bulan.
Setelah menjalani pelatihan di Spanyol, Evan kembali lagi memperkuat Bhayangkara FC untuk mengarungi kompetisi liga 1 2017.
Kualitas permaiannya yang makin matang, ia kembali dipanggil oleh pelatih asal Spanyol Luis Milla untuk bergabung di Timnas Indonesia U-22 untuk mengikuti SEA Games 2017.
Namun, Evan dan rekan-rekan hanya meraih medali perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1.
Evan Dimas Darmono mengalawi karier profesionalnya di sepak bola Indonesia dengan memperkuat Persebaya, kini berganti nama menjadi Bhayangkara.
Kebersamaan Evan Dimas Darmono dengan klub tersebut mampu bertahan empat tahun dan memberikan prestasi membanggakan.
Di tahun 2017, Evan Dimas menjadi bagian penting atas keberhasilan Bhayangkara FC meraih gelar juara Liga 1 2017.
Peran besarnya di lini tengah bersama Paulo Sergio tak tergantikan disepanjang musim berlangsung.
Di tahun 2018, Evan Dimas memilih menjalani karier di luar negeri dengan memperkuat tim asal Malaysia, Selangor FA.
Kala itu, Evan Dimas Darmono bersama sahabat dekatnya yakni Ilham Udin bergabung di Selangor FA.
Kontraknya bersama Selangor FA hanya bertahan satu musim.
Setelah itu, Evan Dimas Darmono langsung kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Barito Putera.
Di tim tersebut, performa Evan Dimas kembali dapat menarik perhatian karena selalu diandalkan bermain di tim utama.
Hingga akhirnya, di tahun 2020 ini Evan Dimas Darmono memilih bergabung dengan tim asal Ibu Kota, Persija Jakarta.
Di tim Macan Kemayoran ini, Evan Dimas Darmono berhasil menciptakan dua gol dari dua pertandingan yang dimainkan.
Gol pertamanya didapatkan pada saat bertemu Borneo FC. Dan gol kedua dilesatkan saat menghadapi Bhayangkara FC.
Kegemilangan Evan Dimas bersama Persija tidak bisa berlanjut panjang karena kompetisi Liga 1 dihentikan sementara waktu akibat pandmei Covid-19.
Selanjutnya, Evan Dimas sempat beberapa kali membela klub Indonesia ke Bhayangkara, Arema, PSIS, dan Arema FC.
Terakhir, Evan Dimas membela Persik Kediri, namun kontraknya diputus per 1 Januari 2025.(np)
Editor : Nur Pramudito