RADARSOLO.COM - Perwakilan Jawa Tengah, UNSA (Universitas Surakarta) Women didiskualifikasi dari babak delapan besar Piala Pertiwi Putaran Nasional 2025. Seharusnya, mereka lolos babak berikutnya. Namun harus angkat koper karena dinilai melanggar regulasi kompetisi.
Manajer UNSA Women Daru Tri Laksono menjelaskan, tim Jawa Tengah dilaporkan melanggar regulasi oleh tim Kalimantan Barat. Dalam sidang, Jawa Tengah dianggap salah dan kalah 0-3 dalam match kontra Kalimantan Barat dan Jawa Timur.
Padahal sebelumnya di babak penyisihan performa Jateng begitu memukau. Dimulai dengan menang 2-1 kontra Kalimantan Barat, lalu menahan seri Jatim 2-2, dan ditutup menang 4-0 kontra Jakarta.
"Tim Kalimantan Barat melayangkan surat protes kepada panitia terkait pemain kami yang dianggap melanggar regulasi. Tetapi dalam pengesahan dari PSSI, semua pemain Jawa Tengah sudah terdaftar di sistem kompetisi dan memiliki ID card," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Daru menjelaskan, tim Jawa Tengah telah melayangkan surat protes atau sanggahan kepada Komdis secara tertulis. Dalam surat tersebut, ada beberapa hal yang ditekankan termasuk sistem pendaftaran pemain yang melalui platform siap.pssi.org.
"Yang kami sayangkan, sesuai yang tertera dalam regulasi protes terkait pertandingan atau keabsahan pemain akan diterima dalam waktu maksimal dua jam setelah pertandingan Kalimantan Barat versus Jawa tengah. Nah ini sudah tiga hari pasca match vs Kalbar, protes diterima dan kami dinyatakan kalah," sambungnya.
Daru mengungkapkan, tidak ada respons atas sanggahan yang dilakukan tim Jawa Tengah. Mereka langsung dinyatakan kalah pada pertandingan kontra Kalimantan Barat dan Jawa Timur. Ditambah juga denda 10 juta.
"Yang jelas saat ini para pemain kami kecewa, karena mereka seharusnya bisa main di babak delapan besar. Itu adalah pencapaian yang lebih baik dibanding musim kemarin," tuturnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy