RADARSOLO.COM – Bukan kemenangan, tapi setidaknya Persis Solo tidak pulang dengan tangan hampa di Pulau Dewata. Ada secercah titik terang yang tampak di bawah komando karteker Tithan Wulung Suryata.
Persis Solo memang belum lepas dari tekanan, namun paling tidak mereka mampu menjaga asa dengan tak kehilangan poin di dua pertandingan.
Ya, usai Peter de Roo dinonaktifkan dari statusnya sebagai head coach, Persis menunjuk Tithan. Dua laga awalnya memimpin Persis berbuah 2 poin. Seri melawan PSIM Jogja di Manahan 2-2, 8 November lalu, dan teranyar menahan seri tuan rumah Bali United 0-0, Minggu malam (23/11).
"Untuk pertandingan malam ini (melawan Bali United), poin penting untuk kami. Tidak mudah melawan Bali United di kandangnya, apalagi Bali pada dua pertandingan sebelumnya tidak mendapatkan poin, otomatis di pertandingan kali ini dia allout," ucap Tithan Wulung Suryata.
Di meja statistik, Serdadu Tridatu -sebutan Bali United- mendominasi. Anak asuh Johnny Jansen memegang 55 persen ball possession, sedikit di atas Laskar Sambernyawa yang menguasai 45 persen.
Meski begitu, pertahanan Laskar Sambernyawa patut diapresiasi. Buktinya, dari 21 shots dan lima tembakan on target yang dicetak Bali United gagal mengoyak gawang Muhammad Riyandi. Bahkan, sembilan peluang Bali berakhir tanpa hasil.
Malam itu, Persis membukukan setidaknya 24 clearances untuk menjaga pertahanan. Ditambah 16 tackles dan 22 intercept. Sementara Bali hanya mencatatkan 12 clearances, 37 intercept, dan 10 tackles.
"Yang pasti kami bersyukur ya, meskipun tadi kita sedikit merubah game plan, supaya kami bisa mengatasi tekanan dari Bali United," sebut Tithan.
Digempur serangan oleh tuan rumah, Persis bukan diam saja. Buktinya, ada delapan shots dan lima tembakan tepat sasaran yang disepakkan Kodai Tanaka dan kawan-kawan. Belum lagi ditambah tiga peluang. Namun sayangnya, peluang-peluang itu gagal dimanfaatkan secara maksimal karena kesigapan kiper lawan.
Tampil di depan pendukungnya sendiri, Bali United langsung tancap gas. Pressing cepat anak asuh Johnny Jansen hampir membahayakan pertahanan Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo-. Untungnya, Giovani Numberi dengan sigap melakukan clearance krusial.
Sho Yamamoto dan kawan-kawan enggan mengalah. Semenit berselang, Zanadin Fariz berusaha membangun serangan balik cepat. Tapi sayang sepakan gelandang muda tersebut cukup deras untuk sampai ke kaki Althaf Indie (2').
Bali kembali bangun serangan. Joao Ferari dengan percaya diri melesatkan tendangan menuju ke gawang Muhammad Riyandi. Namun tendangan pemain bernomor punggung 7 tersebut masih melambung ke atas mistar gawang (5').
Disiplin menjaga pertahanan, Persis mengandalkan serangan balik cepat. Menit ke-12, Kodai Tanaka dapat peluang. Tanpa pikir panjang, penyerang asal Jepang itu lesatkan tendangan. Sayang, sepakannya masih diatasi kiper Serdadu Tridatu.
Dua menit berselang, pemain Bali asal Belanda Jordy Bruijn kembali hampir membuka celah Laskar Sambernyawa. Tapi sepakannya masih melenceng ke samping gawang Persis Solo.
Drama di kotak terlarang sempat terjadi (20'). Arjuna yang melaju kencang membawa bola sempat terjatuh usai mendapat tekanan dari Xandro Schenk. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun dia menepi untuk mengecek VAR. Penalti gagal, Schenk terbukti melakukan clearance dengan bersih.
Jual beli serangan berlanjut di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Bali terus menyerang. Tapi, menit ke-33, Persis mendapat peluang emas. Umpan manis Jordy Tutuarima sempat disambar dengan sundulan Kodai Tanaka. Berada di posisi yang kurang menguntungkan, tandukan Kodai dengan mudahnya diatasi oleh kiper Bali United.
Menit ke-39, Althaf Indie dijatuhkan oleh bek Bali United Kadek Arel. Persis pun mendapatkan tendangan bebas. Tapi sayang, percobaan dari bola mati urung mampu menggedor pertahanan Serdadu Tridatu. Begitu pula dengan sepakan keras Giovani Numberi beberapa menit setelahnya.
Menit ke-44, giliran Bali yang mengancam. Tapi untungnya, umpan silang pemain Bali mampu diputus oleh Sutanto Tan. Hingga akhir babak pertama, skor masih sama 0-0.
Tanpa gol, pertarungan babak kedua makin panas. Menit ke-57, wasit sempat minggir lagi. Mengecek potensi kartu merah usai Cleylton Santos menjatuhkan pemain Bali United. Setelah menganalisis cukup lama, wasit akhirnya mengeluarkan kartu kuning bagi bek asal Brasil itu.
Delapan menit berselang, giliran pemain Laskar Sambernyawa yang dijatuhkan. Dari situasi bola mati, Sho Yamamoto melepaskan umpan melengkung yang mendarat tepat di kepala Xandro Schenk. Sayang, sundulan palang pintu Persis itu masih berada dalam jangkauan kiper Bali United.
Pemain Bali United, Arjuna kembali membahayakan pertahanan Laskar Sambernyawa. Untungnya peluang itu mampu dipatahkan oleh kolaborasi sigap Cleylton Santos dan kiper Muhammad Riyandi yang menutup ruang dengan sempurna (69').
Menit ke-78, Rahmat Arjuna kembali repotkan pertahanan Persis. Umpan manis yang dilesatkan ke rekannya hampir saja membuka keunggulan bagi tuan rumah. Beruntung, Jordy Tutuarima mampu membaca alur bola dan berhasil mematahkan peluang tersebut.
Pertarungan memanas hingga akhir babak kedua. Persis kembali mendapatkan peluang dari bola mati. Sayang, sepakan Jordy Tutuarima masih jauh dari rekan-rekannya (90+2'). Hingga babak kedua kelar, skor tetap 0-0 bagi kedua kubu.
Sayang dengan hasil seri ini, Persis tetap berada di posisi juru kunci, dengan tabungan 7 poin. Hasil dari satu kali menang, empat seri, dan tujuh kali kalah dari 12 laga yang sudah dijalani. Persijap Jepara (8 poin) dan Semen Padang (7 poin) juga berada di zona merah saat ini.
Pekan depan Persis akan jalani laga kandang melawan PSM Makassar di Manahan, Sabtu (29/11). Akan jadi laga yang berat mengingat PSM kini ada di posisi ke-10 dengan tabungan 15 poin, Hasil tiga kali menang, enam seri dan baru dua kali kalah. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy