RADARSOLO.COM - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menegaskan sikap tegas terhadap pelanggaran disiplin di BRI Super League 2025/2026.
Laga Persita Tangerang vs Malut United FC pada 23 November 2025 menjadi sorotan utama setelah sejumlah pemain dan ofisial Malut United melakukan tindakan tidak sportif yang melanggar kode etik pertandingan.
1. Ofisial Malut United Glen Oei dan Achmad Resal Octavian Disanksi BeratSetelah menjalani sidang, komdis PSSI akhirnya memutuskan dua ofisial Malut United, David Glen Oei dan Achmad Resal Octavian, terbukti melakukan tindakan intimidasi terhadap perangkat pertandingan.
Glen Oei memukul pintu ruang wasit, sementara Achmad Resal memukul panitia pelaksana pertandingan.
Akibat tindakan ini, keduanya dilarang mendampingi tim Malut United sebanyak 4 pertandingan dan masing-masing dikenai denda Rp50 juta. Komdis menegaskan, ofisial wajib menjadi teladan di lapangan dan menjaga profesionalisme, bukan menciptakan konflik.
2. Pemain Yakob Sayuri Kena Larangan Bermain 3 LagaTak hanya ofisial, pemain Yakob Sayuri juga terjerat sanksi. Setelah pertandingan berakhir, Yakob melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap fotografer.
Komdis kemudian memutuskan larangan bermain sebanyak 3 pertandingan bagi Yakob dan denda Rp10 juta. Keputusan ini menegaskan bahwa kekerasan terhadap pihak manapun di luar permainan tidak bisa ditoleransi.
3. Tim Malut United FC Mendapat Teguran KerasSecara keseluruhan, pemain dan ofisial Malut United FC terbukti melakukan tindakan tidak sportif dan intimidasi terhadap perangkat pertandingan di depan ruang wasit.
Komdis PSSI menjatuhkan teguran keras kepada tim sebagai peringatan agar insiden serupa tidak terulang. Klub diingatkan untuk mengawasi perilaku pemain dan ofisial secara ketat selama pertandingan. (nik)