RADARSOLO.COM– Akademi Persis Solo menunjukkan superioritasnya saat menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.
Bermain di Lapangan Kota Barat, Solo, Sabtu–Minggu (10–11/1), Sambernyawa Muda sukses melewati seluruh rangkaian laga tanpa tersentuh kekalahan dengan torehan empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Hasil impresif itu diawali dari tim Persis U-16 yang tampil solid pada laga pekan ke-15 Grup B. Bermain pada Sabtu (10/1), Persis U-16 berhasil menundukkan Persebaya U-16 dengan skor meyakinkan 2-0.
Namun, pada pertemuan kedua sehari berselang, Minggu (11/1), Persis U-16 harus puas berbagi poin usai bermain imbang 1-1 melawan tim tamu.
Performa positif juga ditunjukkan Persis U-18. Pada laga pekan ke-15, Sambernyawa Muda U-18 sukses mengamankan kemenangan 3-1 atas Persebaya U-18.
Meski demikian, pada pertandingan pekan ke-16, dominasi permainan Persis belum sepenuhnya berbuah maksimal setelah laga kembali berakhir imbang 2-2.
Sementara itu, tim Persis U-20 tampil paling konsisten sepanjang dua hari pertandingan. Pada laga pertama, Sabtu (10/1), Persis U-20 menang 3-1 atas Persebaya U-20.
Kemenangan tersebut dilengkapi dengan hasil positif di laga kedua, Minggu (11/1), ketika Persis U-20 kembali menaklukkan lawan yang sama dengan skor 2-1.
Direktur Teknik Akademi Persis Solo Rasiman, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya di pekan ke-15 dan ke-16. Meski belum sepenuhnya sempurna, ia menilai performa tim sudah berada di jalur yang tepat.
“Secara umum saya puas, meskipun ada dua pertandingan yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Di hari pertama kami bisa menyapu bersih kemenangan, tapi di hari kedua fokus dan disiplin sedikit menurun,” ujar Rasiman.
Dia menyoroti laga Persis U-16 yang terdampak kartu merah kapten tim sejak awal pertandingan. Meski demikian, para pemain tetap menunjukkan karakter kuat dengan mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di babak keNasi
Sementara pada tim U-18, Rasiman menilai dominasi permainan belum diimbangi dengan konsentrasi penuh, terutama saat mengantisipasi situasi bola mati.
“Persis U-18 kebobolan dari skema yang sama seperti hari pertama, yaitu tendangan bebas langsung. Ini tentu menjadi catatan penting untuk kami benahi,” tegasnya.
Adapun Persis U-20 dinilai menunjukkan mental dan determinasi yang menonjol.
Pada laga kedua, kondisi lapangan yang tergenang air di area serang lawan membuat tim kesulitan mengembangkan permainan. Namun, semangat juang para pemain menjadi pembeda.
“Di babak pertama kami hampir tidak bisa menyerang karena kondisi lapangan. Tapi pemain tetap berjuang, dan 30 menit terakhir mereka bangkit luar biasa. Pergantian pemain juga sangat membantu,” beber Rasiman.
Meski mengakui Persebaya tampil lebih dominan dalam beberapa fase pertandingan, Rasiman menilai mental pemain Persis terus berkembang. Terutama pada tim U-18 yang menunjukkan tekad kuat untuk tidak kalah di setiap laga.
Hasil positif di dua pekan ini turut berdampak pada posisi klasemen.
Persis U-16 kini kokoh di puncak klasemen Grup B EPA U-16 dengan raihan 31 poin dari 14 laga, unggul cukup jauh dari Malut United di posisi kedua dengan 26 poin.
Di kategori U-18, Persis Solo berada di posisi kelima dengan koleksi 20 poin dari 14 pertandingan. Mereka masih tertinggal dari empat besar yang ditempati Malut United dan Persib Bandung (31 poin), Borneo FC (29 poin), serta Bali United (26 poin).
Sementara itu, Persis U-20 menempati peringkat keempat klasemen dengan raihan 28 poin dari 14 laga, terpaut enam angka dari Malut United yang memimpin klasemen dengan 34 poin. (nik)