RADARSOLO.COM – Di tengah derasnya arus pergantian pemain asing di kubu Persis Solo saat ini, suara optimisme justru datang dari tribun. Kelompok suporter Ultras 1923 menilai Persis Solo sebenarnya masih memiliki peluang besar untuk bertahan di kasta tertinggi.
Salah seorang perwakilan Ultras 1923, Beto, menyebut komposisi skuad Persis saat ini sejatinya cukup meyakinkan. Dia menilai secara materi pemain, Laskar Sambernyawa tidak kalah dibanding tim-tim lain yang juga sedang berjuang menjauh dari zona degradasi. Persoalannya bukan semata kualitas individu, melainkan bagaimana tim mampu segera menyatu.
“Kalau melihat komposisi seharusnya jadi squad yang meyakinkan, dan peluang untuk lolos zona degradasinya masih ada. Tinggal bagaimana akhirnya tim bekerja dengan baik dan tidak terlalu lama dengan adaptasi pemain yang baru datang,” ujarnya, Selasa (11/2).
Beto menekankan bahwa waktu menjadi faktor krusial di sisa kompetisi musim ini.
Pernyataan tersebut muncul di tengah catatan mencolok Persis Solo yang telah mendatangkan 21 pemain asing dalam semusim. Jumlah itu bahkan lebih banyak dibanding poin yang diraih Persis hingga fase kompetisi berjalan. Fakta tersebut membuat kebijakan transfer manajemen menjadi bahan diskusi publik.
Pada paruh kedua musim saja, Persis mendatangkan 11 pemain asing baru. Hampir seluruh legiun asing putaran pertama dilepas dan diganti dengan wajah anyar. Situasi ini membuat stabilitas dan chemistry tim kembali diuji dari awal.
Beto menilai adaptasi menjadi faktor paling menentukan dalam fase krusial ini. Pergantian pemain yang masif memang memberi semangat baru, namun di sisi lain berpotensi menghambat konsistensi permainan. Tanpa kekompakan yang cepat terbentuk, kualitas individu sulit bertransformasi menjadi tambahan poin di klasemen.
Di sisi lain, manajemen Persis Solo menegaskan langkah perombakan dilakukan demi menyelamatkan posisi tim.
Direktur Utama Persis Solo Ginda Ferachtriawan sebelumnya menyampaikan bahwa keputusan transfer diambil berdasarkan evaluasi teknis dan kebutuhan tim. Dia membantah anggapan bahwa klub melakukan pergantian secara sembarangan.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh. Semua keputusan tentu melalui pertimbangan tim pelatih dan kebutuhan taktikal. Target kami jelas, memperbaiki performa dan menjauh dari zona degradasi,” ujar Ginda kala itu.
Manajemen juga menilai adaptasi pemain baru berjalan sesuai progres yang diharapkan. Mereka optimistis kombinasi wajah anyar dan pemain lokal yang bertahan bisa membentuk keseimbangan tim. Namun demikian, hasil akhir tetap akan ditentukan di lapangan.
Ya seperti diketahui, Persis Solo mendatangkan 17 pemain baru di putaran kedua super League. Menariknya 11 diantaranya adalah pemain asing baru. Untuk mengoptimalkan peluang, Persis juga memutuskan melepas dan meminjamkan beberapa pemain lamanya,termasuk sembilan pemain asing yang sempat berjuang di putaran pertama. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy