RADARSOLO.COM – Lini depan Persis Solo memang menunjukkan ketajaman saat menghadapi Madura United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Jumat (13/2/2026).
Dua gol berhasil dicetak dalam laga tersebut. Namun, berdasarkan data statistik SofaScore, produktivitas Laskar Sambernyawa dinilai belum sepenuhnya maksimal meski peluang tercipta cukup banyak.
Secara kolektif, para penyerang Persis tampil agresif. Intensitas serangan terjaga sepanjang pertandingan. Akan tetapi, penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan yang belum terselesaikan.
Roman Paparyha menjadi pemain dengan rating tertinggi, yakni 7,9. Ia mencetak satu gol dari empat percobaan dengan catatan expected goals (xG) mencapai 1,22. Angka itu menunjukkan besarnya peluang yang ia miliki sepanjang laga.
Meski demikian, kontribusinya belum sepenuhnya sempurna. Satu tendangan penalti gagal berbuah gol dan satu peluang lainnya membentur tiang gawang. Dari empat tembakan, dua di antaranya tepat sasaran dan benar-benar mengancam pertahanan lawan.
Selain tajam di kotak penalti, Paparyha juga cukup rapi dalam distribusi bola. DIa mencatatkan 13 umpan sukses dari 18 percobaan. Catatan tersebut memperlihatkan perannya tidak hanya sebagai eksekutor, tetapi juga bagian dari sirkulasi serangan.
Yabes Roni menyusul dengan rating 7,4. Dia melepaskan empat tembakan, tetapi tidak satu pun mengarah tepat ke gawang. Situasi ini menggambarkan agresivitas yang belum diimbangi akurasi.
Meski begitu, Yabes cukup menonjol dalam duel individu. Lima dribel sukses dari lima percobaan menunjukkan keberaniannya menembus pertahanan. Namun, 12 kali kehilangan bola menjadi evaluasi yang harus diperbaiki.
Irfan Jauhari mencatat rating 6,8. Kontribusinya lebih terlihat dalam menjaga aliran bola dengan akurasi umpan mencapai 89 persen. Sayangnya, dia belum mampu menciptakan peluang berbahaya melalui umpan kunci.
Abu Kamara yang masuk sebagai pemain pengganti memperoleh rating 6,7. Ia hanya mencatat tujuh sentuhan sepanjang laga. Minimnya keterlibatan membuat pengaruhnya terhadap permainan belum signifikan.
Hal serupa dialami Dejan Tumbas. Dari 13 sentuhan, dia belum mampu mencetak gol atau assist. Satu umpan silang akurat menjadi catatan positif, meski belum berdampak langsung pada skor.
Menariknya, beberapa nama penyerang tidak masuk daftar susunan pemain. Jefferson Carioca, Arkhan Kaka, dan Septian Bagaskara absen dalam laga tersebut. Sementara Bruno Gomes dan Febri Hariyadi memang belum bergabung saat pertandingan berlangsung.
Kondisi ini menunjukkan kedalaman skuad di sektor depan cukup melimpah. Situasi tersebut bisa menjadi keuntungan sekaligus tantangan. Persaingan memperebutkan posisi inti akan semakin ketat.
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija sudah mengantisipasi hal itu. Dia menegaskan tidak semua penyerang bisa dimainkan secara bersamaan. Pemilihan pemain akan disesuaikan dengan kebutuhan taktik dan kondisi pertandingan.
“Saat (amunisi baru Persis Solo di putaran kedua) Bruno Gomes dan Febri Hariyadi sudah datang, maka kami akan memiliki lima penyerang murni. Kami tidak bisa memainkan semuanya dan harus memilih dua dari sebelas pemain kita,” ujarnya.
Rapor menghadapi Madura United menjadi bahan evaluasi penting jelang laga kontra PSBS Biak di Stadion Manahan, dalam lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Efektivitas penyelesaian akhir, termasuk eksekusi penalti, harus dibenahi.
Dengan materi pemain yang ada, Persis dituntut tampil lebih klinis. Kini menarik untuk ditunggu siapa yang akan tergusur dimainkan oleh Milomir Seslija di lini depan kala bersua PSBS Biak nanti. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy