RADARSOLO.COM - Lagi-lagi pemain sayap asal baru Persis Solo asal Brasil Jefferson Carioca tidak masuk dalam daftar susunan pemaindalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 (Liga 1). Pemain yang didatangkan Laskar Sambernyawa pada transfer pertengahan musim tersebut absen saat Persis melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, Sabtu malam (21/6).
Absennya sang pemain jelas menimbulkan banyak spekulasi. Bahkan tak sedikit suporter mempertanyakan alasan pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, tak memainkan winger yang sebelumnya berkarier di K League 2 (Divisi 2 Liga Korea Selatan) tersebut.
Apalagi menghadapi PSBS Biak lalu, Persis Solo gagal meraih kemenangan dan harus puas dengan hasil imbang, membuat para suporter gerah terkait pemilihan pemain Milo -sapaan Milomir Seslija-.
Usai laga di sesi konferensi pers, Milo menjelaskan absennya Jefferson banyak dipengaruhi oleh aturan daftar susunan pemain (DSP). Regulasi kompetisi membatasi jumlah pemain asing yang dapat didaftarkan setiap pertandingan.
Milo mengatakan setiap tim hanya dapat mendaftarkan sembilan pemain asing dalam satu pertandingan. Dari jumlah tersebut, hanya tujuh pemain yang diperbolehkan berada di lapangan secara bersamaan. Kondisi ini membuat tim pelatih harus menentukan pilihan secara selektif
"Kita cuma bisa memainkan 9 pemain asing dan 7 pemain yang bisa ada di lapangan," ungkap Milomir Seslija kepada media.
Selain regulasi, Milo juga menyinggung aspek kebugaran pemain. Terlihat dari beberapa pemain yang sudah dia mainkan seperti Dimitri Lima dan Andrei Alba tampak belum tampil maksimal. Selain itu pemain-pemain lokal yang tampil apik jadi pertimbangan Milo untuk belum memainkan Jefferson di laga melawan PSBS Biak.
"Tadi ada Dimitri yang tidak bisa bermain sepanjang laga dan Alba yang mana kebugarannya masih ada sedikit kendala, kita juga ada Tumbas bermain di banyak posisi. Ada Zanadin dan Nico yang bermain apik, ini bukan soal siapa yang harus bermain tapi bagaimana dia memberikan kontribusi," jelasnya.
Pelatih asal Bosnia ini menilai Persis sebenarnya mampu menunjukkan permainan yang cukup baik dalam pertandingan tersebut. Tim disebut mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang laga.
Sayang peluang tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik. Bahkan dengan masuknya Febri Hariyadi sekali pun, Persis Solo gagal meraih kemenangan dan memutus puasa menang di kandang.
"Seharusnya kita mencetak gol banyak dengan peluang, termasuk dengan masuknya Febri Hariyadi yang bermain dengan sangat baik. Kita menciptakan banyak peluang, 7 sampai 8 dan PSBS Biak tidak memiliki banyak peluang."
Dia menegaskan persoalan utama Persis bukan pada kualitas pemain. Menurutnya, beberapa pemain baru memang terlihat bugar tetapi belum berada dalam ritme pertandingan yang ideal. Proses adaptasi masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan tim.
"Namun masalah kita adalah beberapa pemain baru kita terlihat bugar, tapi tingkat kebugaran mereka lama tidak bermain jadi harus beradaptasi lagi," ujarnya.
Situasi tersebut membuat Persis masih terus berupaya memaksimalkan potensi pemain yang ada. Tim pelatih berharap proses adaptasi pemain baru dapat berjalan lebih cepat. Kesempatan tampil bagi Jefferson pun diperkirakan akan terbuka ketika kebutuhan tim dan kondisi pemain sudah memungkinkan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy