RADARSOLO.COM – Gelandang bertahan Persis Solo Andrei Alba, akhirnya buka suara terkait penyebab utama terdegradasinya Laskar Sambernyawa ke Liga 2 musim depan. Pemain asal Brasil itu menilai kegagalan Persis bukan semata karena buruknya putaran kedua, melainkan kerusakan yang sudah terjadi sejak awal musim kompetisi Liga 1 2025/2026 dimulai.
Alba secara terang-terangan menyebut performa Persis pada paruh pertama musim menjadi titik paling menentukan hingga klub kebanggaan Kota Bengawan itu gagal bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Sayangnya, paruh pertama musim klub berjalan sangat buruk dengan perolehan poin yang sedikit,” ujar Alba kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Degradasi ke Liga 2, Siapa Pemain Yang Dipertahankan Persis Solo? Ini Jawaban Milo
Pernyataan tersebut seolah mempertegas bahwa keterlambatan Persis melakukan evaluasi menjadi penyebab utama tim tenggelam terlalu lama di papan bawah klasemen. Saat klub lain mulai stabil, Persis justru terus kehilangan poin pada awal musim.
Kondisi itu membuat Persis harus bekerja ekstra keras pada putaran kedua. Manajemen bahkan melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti pelatih dan mendatangkan banyak pemain asing baru demi menyelamatkan situasi.
Andrei Alba sendiri menjadi salah satu pemain yang direkrut pada paruh musim. Bersama beberapa nama baru lainnya, Persis perlahan mulai menunjukkan peningkatan performa dan sempat keluar dari dasar klasemen.
Baca Juga: Perjudian Transfer Pemain Persis Solo Gagal, Milo: Perubahan Datang Terlambat
Namun kebangkitan tersebut datang terlalu terlambat. Persis tetap gagal memaksimalkan sejumlah laga penting yang seharusnya bisa menjadi titik balik penyelamatan musim.
“Meskipun pada paruh kedua kami juga kehilangan beberapa poin, kami sudah melakukan yang terbaik. Namun, beginilah sepak bola,” lanjut mantan pemain SC Delhi tersebut.
Ucapan Alba menggambarkan bahwa problem Persis bukan hanya soal kualitas skuad, tetapi juga inkonsistensi permainan yang terus muncul sepanjang musim. Beberapa pertandingan yang sempat unggul bahkan gagal diamankan menjadi kemenangan.
Ironisnya, perombakan total yang dilakukan pada putaran kedua justru membuat Persis tampil lebih kompetitif dibanding awal musim.
Hal itu memunculkan penilaian bahwa perubahan besar seharusnya dilakukan lebih cepat sebelum situasi menjadi semakin sulit dikendalikan.
Meski gagal menyelamatkan tim dari degradasi, performa Alba di lini tengah tetap mendapat apresiasi dari suporter. Gaya bermain pekerja keras dan sikap profesionalnya membuat pemain berusia 31 tahun itu cepat diterima para suporter.
Baca Juga: Alexis Messidoro Ikut Bersedih, Berharap Persis Solo Segera Kembali ke Liga 1
Hingga kini masa depan Alba bersama Persis masih belum menemui kejelasan. Namun di tengah situasi tidak menentu tersebut, dia tetap menyampaikan harapan terbaik untuk klub yang baru beberapa bulan dibelanya itu.
“Terlepas saya bertahan atau tidak, saya berharap Persis bisa bangkit dan kembali ke papan atas secepat mungkin,” tutupnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy