RADARSOLO.COM – Manajemen Persis Solo terus mematangkan berbagai program jelang bergulirnya Pegadaian Championship 2026/2027. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap komposisi skuad, tetapi juga menyentuh aspek pendukung operasional klub yang selama beberapa musim terakhir menjadi sorotan.
Sejumlah persoalan yang tengah dibahas di antaranya kepastian penggunaan lapangan latihan bagi tim, pembenahan sistem distribusi tiket suporter, hingga upaya menghidupkan kembali Balai Persis sebagai bagian dari identitas klub.
Komisaris PT Persis Solo Saestu Adityo Rimbo Galih Samudro, mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Surakarta terkait kebutuhan fasilitas latihan tim.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah. Untuk lapangan latihan nanti akan menggunakan satu lapangan yang sudah kami komunikasikan," ujar Rimbo saat bertemu awak media dan perwakilan suporter di salah satu restoran di Solo, Sabtu (25/7).
Tak hanya itu, Rimbo juga mengungkapkan kabar yang cukup menarik bagi pendukung Laskar Sambernyawa. Manajemen saat ini sedang berupaya agar Balai Persis dapat kembali berada di bawah pengelolaan Persis Solo.
"Yang kedua soal Balai Persis. Kami sedang berusaha untuk mengambil alih kembali. Untuk pemanfaatannya nanti masih kami pikirkan," katanya.
Balai Persis memiliki nilai historis yang kuat bagi perjalanan klub. Selama bertahun-tahun, bangunan tersebut menjadi pusat aktivitas sekaligus kantor Persis Solo. Namun, sejak terjadinya pergantian kepemimpinan dan perubahan kepemilikan PT Persis Solo Saestu (PSS) pada 2017 yang diwarnai konflik internal, manajemen Persis tidak lagi menggunakan Balai Persis sebagai pusat kegiatan klub.
Kini, seiring hadirnya manajemen baru, komunikasi kembali dibangun agar Balai Persis dapat difungsikan lagi sebagai bagian dari pengembangan klub. Meski demikian, Rimbo menegaskan pembahasan mengenai fungsi dan pemanfaatannya masih terus dimatangkan.
Selain persoalan fasilitas, manajemen juga mengevaluasi sistem distribusi tiket pertandingan yang sempat menuai kritik dari suporter dalam beberapa musim terakhir. Menurut Rimbo, Persis tengah menyiapkan mekanisme baru agar proses penjualan dan distribusi tiket dapat berjalan lebih baik.
"Kami juga sedang mencari sistem baru untuk urusan ticketing agar ke depan bisa lebih baik," ungkapnya.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh yang dilakukan manajemen Persis Solo. Tidak hanya membangun tim yang kompetitif di atas lapangan, Laskar Sambernyawa juga ingin memperkuat fondasi organisasi dan pelayanan kepada suporter agar lebih profesional menghadapi kompetisi musim 2026/2027.(nik)
Editor : Niko auglandy