RADARSOLO.COM – Geliat Pegadaian Championship 2026/2027 atau Liga 2 mulai terasa dari antusiasme penonton di stadion. Pada pekan pertama, setidaknya 41.061 penonton tercatat menyaksikan langsung 10 pertandingan yang masuk dalam data jumlah penonton kompetisi.
Catatan tersebut menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia. Dukungan suporter masih menjadi bagian penting dalam atmosfer pertandingan, termasuk ketika sejumlah klub harus menjalani laga kandang dengan tekanan dan dukungan dari tribun.
Baca Juga: Deltras FC Pesta 5 Gol di Sriwedari: Tak Mau Terlena! Langsung Fokus Hadapi Barito Putera
Jumlah penonton terbanyak pada lima pertandingan tersebut terjadi saat PSIS Semarang menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri, Semarang. Laga tersebut disaksikan 14.874 penonton.
Antusiasme besar juga terlihat ketika Persela Lamongan menjamu Persis Solo di Stadion Surajaya. Pertandingan yang menjadi laga perdana kedua tim di kompetisi musim ini tersebut dihadiri 10.615 penonton.
Dua pertandingan lainnya juga mencatat jumlah penonton yang cukup tinggi. Duel Barito Putera kontra Persipura Jayapura di Stadion 17 Mei Banjarmasin disaksikan 6.674 penonton.
Sementara itu, laga Persiraja Banda Aceh versus Semen Padang FC di Stadion H. Dimurthala Banda Aceh mencatat 5.763 penonton.
Jumlah penonton paling sedikit dari lima laga yang tercatat terjadi pada pertandingan Sumsel United melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Duel tersebut disaksikan 1.451 penonton.
Jika dijumlahkan, kelima pertandingan tersebut menghasilkan angka 41.061 penonton. Angka itu menunjukkan bahwa keberadaan suporter masih menjadi daya tarik tersendiri pada awal perjalanan Pegadaian Championship 2026/2027.
Catatan tersebut juga menjadi modal positif bagi kompetisi untuk membangun atmosfer pertandingan yang semakin meriah pada pekan-pekan berikutnya. Apalagi persaingan di Liga 2 musim ini berlangsung dengan format kompetisi yang panjang dan melibatkan klub-klub dari berbagai daerah di Indonesia. (nik)
Editor : Niko auglandy