Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII Sederhana, Bedaya Ketawang Tak Full

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:19 WIB
Tarian Bedaya Ketawang saat Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIII ke-16 diselenggarakan tidak full.
Tarian Bedaya Ketawang saat Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIII ke-16 diselenggarakan tidak full.
SOLO - Upacara Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIII ke-16 dihelat secara sederhana di Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat  (20/3). Tamu undangan yang biasanya mencapai ribuan juga tidak tampak. Ini sebagai bentuk keprihatinan keraton atas wabah korona (Covid-19).

Prosesi adat kenaikan tahta itu tampak dari berbagai janur yang dihias di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta. Di kanan-kirinya pun tertata sejumlah karangan bunga dari beberapa instansi, swasta, maupun atas nama pribadi.

“Tamu-tamu masuk sekitar pukul 07.00. Dan selesainya juga tidak lama hanya sampai sebelum salat Jumat,” kata Sri Sartini, 48, pedagang yang biasa mangkal di sekitar Lawang Gapit Lor keraton.

Mengingat status kejadian luar biasa (KLB) korona dan imbauan pemerintah soal peniadaan kegiatan yang melibatkan orang banyak, pelaksanaan hajat keraton itu juga dihelat dengan sederhana. Ribuan tamu undangan yang biasanya memadati area keraton saat kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya tidak tampak. Yang ada hanya sejumlah abdi dalem dan sentana dalem (keluarga keraton) yang bila ditotal pun tak lebih dari 100 orang.

“Sesuai keterangan, dari abdi dalem sekitar 100 orang. Mungkin juga karena korona ini, karena tamu dari luar negeri juga tidak ada. Hanya abdi dalem sekitar sini. Saya tengok semua pengamanan, seperti pengukur suhu tubuh, sanitizer juga ada,” kata Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryatmo saat meninjau lokasi dari luar keraton.

Dimintai konfirmasi usai jumenengan berlangsung, Ketua Tim Hukum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KPPA Ferry Firman Nurwahyu Pradotoningrat memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan hari ini adalah giat internal. Mengingat keraton juga sudah mengeluarkan surat edaran penundaan kegiatan itu sebagai antisipasi penyebaran korona.

Pelaksanaannya pun sesuai arahan pemerintah soal aturan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Seperti ada pengecekan suhu tubuh dengan termometer tembak, tempat cuci tangan sebelum masuk hingga pemakaian hand sanitizer.

“Acaranya sederhana. Sesuai surat edaran yang dibuat Sinuwun Bei (Hangabehi), upacara adat kenaikan tahta ini kan ditunda. Maka, semua tamu dari kerajaan lain dan luar negeri juga dikabari soal penundaan ini,” jelas dia melalui sambungan telepon.

Disinggung soal upacara sederhana itu, Ferry mengungkapkan, seluruh prosesi adat berlangsung seperti biasanya. Hanya saja dengan waktu pelaksanaan dipersingkat dari biasanya. Prosesi bersalaman dengan raja pun ditiadakan demi menjaga keamanan dan kondusivitas selama korona ini.

“Tarian Bedaya Ketawang juga ada, tapi tidak full. Dan lainnya juga ada tapi tidak seperti pelaksanaan normal. Ini untuk melayani abdi dalem maupun sentana dalem yang datang pada waktu ini karena sesuai dengan jadwal kenaikan tahta raja,” papar dia.

Dalam kesempatan itu, Paku Buwana XIII Hangabehi menunjukkan keprihatinannya akan Covid-19 di Kota Solo secara khusus maupun yang telah mewabah di Indonesia hingga dunia. Bahkan, para abdi dalem dan sentana dalem diminta terus menguatkan kebersihan diri dan mawas diri jika merasakan gejala sakit apapun.

“Sinuwun prihatin dengan korona ini. Tinggal bagaimana pemerintah pusat maupun daerah bersinergi dengan keraton untuk penanggulangannya. Tadi juga ada doa khusus soal ini. Keraton juga konsisten meniadakan kegiatan adat bersifat masal. Salah satunya menunda hajatan besar ini dan mengadakan secara internal adat keraton,” ungkap Ferry. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#SISKS Paku Buwana XIII #klb covid-19 #waspada covid-19 #sederhana #Tingalan Dalem Jumenengan #keraton kasunanan surakarta