Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ketika Napi Penuh Tato Mengaji Alquran di Rutan Kelas IA Surakarta

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 20 April 2021 | 18:49 WIB
KHUSUK: Penghuni Rutan Kelas IA Surakarta mengaji Alquran bersama dengan bimbingan petugas rutan kemarin (19/4). (A CHRISTIAN/RADAR SOLO)
KHUSUK: Penghuni Rutan Kelas IA Surakarta mengaji Alquran bersama dengan bimbingan petugas rutan kemarin (19/4). (A CHRISTIAN/RADAR SOLO)
SOLO - Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Tak terkecuali bagi penghuni Rutan Kelas IA Surakarta ini. Mereka yang beragama Islam antusias mengikuti pesantren kilat.

Kebetulan Senin (19/4) kemarin merupakan sesi one day one juz atau membaca Alquran sehari satu juz. Mereka sangat berkesan dengan kegiatan yang difasilitasi rutan ini.

"Saya merasa Ramadan kali ini sangat bermakna. Sebab, baru kemarin saya kembali membuka Alquran setelah lama tak membaca ayat-ayat kitab suci saya," ujar Wahyudi, salah satu penghuni rutan usai membaca Surat Az-Zuriyat.

Bagi dia tidak begitu sulit membaca Alquran selagi masih ada niat. Dia sudah bertekad selama Ramadan akan menghatamkan Alquran. “Saya sudah mantap (kembali belajar Alquran). Semoga bisa katam sepanjang bulan puasa ini," ujar pria yang sedang dalam proses sidang karena terjerat kasus narkoba ini.

Kepala Rutan Kelas IA Surakarta Urip Dharma Yoga menuturkan, pesantren kilat ini merupakan cara rutan agar para warga binaan bisa lebih memperdalam ilmu-ilmu agama.  “Insya Allah tujuan kami untuk meningkatkan akhlak dan keimanan warga binaan ini betul-betul tercapai," jelasnya.

Peserta pesantren kilat ini tidak semua. Rutan memilih 100 warga binaan yang dinilai bisa mengikuti proses pesantren kilat secara serius. Sesinya dibagi dua gelombang. “Pekan ini 50 orang, pekan depan 50 orang. Jadi sengaja kami batasi,” imbuh Urip.

Ada beberapa program selama Ramadan. Selain one day one juz, masih ada tadarus Alquran pada malam hari, salat Tarawih berjamaah, ceramah dari pemuka agama dan giat lainnya.

“Selama jalannya pesantren kilat akan kami nilai, 10 peserta dengan nilai tertinggi akan mendapat reward. Bentuknya berupa sesuatu hal yang selama ini mereka nanti-nantikan,” ujarnya. (atn/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Rutan Kelas IA #Ramadan Napi Belajar Islam #Napi Belajar Alquran #Napi Mengaji