RADARSOLO.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa ditagih janji untuk selesaikan sengketa Masjid Sriwedari saat gelar refleksi tiga tahun kepemimpinan di Balai Kota Solo, Rabu (28/2) malam.
Permintaan untuk selesaikan sengketa lahan Sriwedari, termasuk di dalamnya berdiri proyek Masjid Sriwedari, itu datang dari salah satu perwakilan Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Kota Solo Muhammad Sungkar.
Dalam kesempatan itu, dia mengkritisi status lahan Sriwedari dan lahan Benteng Vastenburg yang masih berpolemik sampai hari ini.
"Sebelum Mas Wali berangkat ke Jakarta (jadi wapres,Red), bagaimana kelanjutan status hukum Masjid Sriwedari?" ujar Muhammad Sungkar.
"Kemudian nasib Benteng Vastenburg, mengingat itu satu-satunya benteng di Indonesia yang bukan milik negara," imbuh dia.
Merespons hal tersebut, Gibran menyampaikan saat ini pembangunan Masjid Sriwedari sudah mencapai 80 persen.
Saat ini, kata dia, Pemkot Solo berusaha untuk membuat status tanah Sriwedari bersih.
Pihaknya pun berencana kembali menggalakkan kegiatan CSR, seperti yang dilakukan selama ini dalam pembangunan Masjid Sriwedari.
"Makanya saya dan Pak Teguh berusaha agar tanah ini clean and clear secara hukum. Tinggal nanti bagaimana panitia masjid diaktifkan kembali dan untuk menerima CSR-CSR. Tinggal dikit lagi," jelas Gibran.
Kemudian untuk status lahan Benteng Vastenburg, pria yang juga cawapres itu mengaku, saat ini sedang berproses.
Namun, diakui dia, semua membutuhkan waktu untuk mengembalikan statusnya menjadi milik negara.
”Kami minta maaf kalau selama ini Masjid Sriwedari kondisinya seperti ini, ya karena memang masih terkendala masalah hukum. Tapi semoga selama ini masyarakat bisa sejenak terobati dengan adanya Masjid Sheikh Zayed," papar dia.
Lebih lanjut, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mempersilakan untuk pembangunan Masjid Sriwedari bisa segera dilanjutkan.
Apalagi saat ini Gibran bersama Teguh Prakosa juga masuk ke dalam kepanitiaan pembangunan Masjid Sriwedari.
Secara tegas Gibran mengucap bahwa pembangunan Masjid Sriwedari bisa diselesaikan.
"Saya kan sudah bilang Pak Teguh, Pak Teguh kan di dalamnya juga," kata Gibran.
"Monggo, panitianya dihidupkan lagi, cari CSR lagi. Kasus hukum sudah aman, tinggal panitia berkoordinasi dengan calon-calon (panitia). Kalau bisa panitianya tetap," tandas dia. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria