Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lebaran Berpotensi Jalanan di Kota Solo Dipadati Ratusan Ribu Kendaraan Pemudik, Ini Jalur Rawan Macet Karena Terkena Macet

Antonius Christian • Rabu, 27 Maret 2024 | 20:32 WIB
JALUR RAMAI: Perlintasan sebidang kereta api di Jalan S Parman menjadi salah satu titik rawan macet, terutama nanti pada libur Nataru.
JALUR RAMAI: Perlintasan sebidang kereta api di Jalan S Parman menjadi salah satu titik rawan macet, terutama nanti pada libur Nataru.

RADARSOLO.COM - Kurang dua pekan lagi, umat muslim akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ratusan ribu kendaraan milik pemudik diprediksi akan memadati ruas jalan di Kota Bengawan.

Kawasan Simpang Joglo menjadi perhatian pihak kepolisian, pasalnya beberapa ruas jalan ditutup di saat arus mudik. Seperti Jalan Ki Mangun Sarkoro, mulai dari SPBU Banyuagung hingga Simpang Joglo.

Kemudian Jalan Sumpah Pemuda, dari Simpang Joglo hingga depan Makam Bonoloyo, serta Jalan Kolonel Sugiyono dari SPBU Sekip ke selatan. Termasuk jalan-jalan kampung seperti Jalan Kalingga, Jalan Pamugaran Utama, serta Jalan Singosari timur dan utara.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, dalam Operasi Ketupat yang akan digelar Senin (4/4/2024) pekan depan, sedikitnya 961 personel gabungan disiapkan. Ini untuk melayani maupun mengantisipasi kepadatan pada musim mudik Lebaran tahun ini.

"Karena Solo Raya ini masih menjadi tujuan utama para pemudik. Sehingga Solo otomatis juga jadi kawasan yang akan dilintasi," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan membuat tujuh pos Ketupat Candi. Antara lain satu pos pelayanan di Benteng Vastenburg, pos terpadu di Terminal Tirtonadi, serta pos pengamanan di empat pintu utama masuk di Kota Bengawan, yakni di Faroka, Tugu Makuto, Jurug, serta Klodran.

"Kami sudah melakukun rakor lintas sektoral. Dari rapat tersebut, akan kenaikan (arus kendaraan) sebenar 10 persen dibanding hari biasa. Di mana bila hari biasa itu ada 460 ribu kendaran yang melintas di Solo, sedangkan H-1 Lebaran diprediksi kendaraan naik menjadi 600 ribu. Tentu segala antisipasi kami siapkan agar kendaran tersebut tidak menumpuk di titik tertentu," kata Iwan.

Iwan mengatakan, Simpang Joglo memang akan rawan terjadi kepadatan. Mengingat beberapa titik masih dilakukan penutupan. Rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di titik tersebut akan dilakukan. Soal bagaimana mekanismenya masih akan dibahas lagi dengan stakeholder terkait.

"Kemudian dengan dibukanya Viaduk Gilingan setelah nanti selesai direvitalisasi, diharapkan bisa mengurai kepadatan di arus yang ditutup. Apalagi dari sisi lebar jalan sudah diperlebar dan ketinggiannya sudah ditambah juga," kata Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan kepadatang juga akan terjadi di kawasan wisata di Solo, seperti Solo Safari, Keraton Solo, kawasan Pura Mangkunegaran, Lokananta, hingga pusat kuliner dan belanja.

"Contoh Solo Safari, ketika musim liburan Lebaran lalu, pengunjungnya bisa 13 ribu dalam sehari. Tentu arus kendaraan menuju lokasi tersebut akan tinggi," tutur Iwan.

Areal Masjid Zayed juga akan dipantau. Momen lebaran, jumlah pengunjung di masjid megah ini akan bertambah. Dalam kondisi ramai, pengunjung bisa mencapai 50 ribu.

"Ini juga menjadi perhatian kami," urai Iwan. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#lebaran #Masjid Zayed #Pemudik #macet