Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Puncak Acara Merti Desa Bibis Kulon Ditutup Wayangan, Pepadi: Solo Bidik Status Kota Kreatif Bidang Wayang Kulit dari UNESCO

Silvester Kurniawan • Jumat, 12 Juli 2024 | 06:29 WIB
Wayangan semalam suntuk di puncak Merti Desa Bibis Kulon, Banjarsari, Solo (11/7/2024). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wayangan semalam suntuk di puncak Merti Desa Bibis Kulon, Banjarsari, Solo (11/7/2024). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Solo menyebut Kota Solo berupaya memboyong status kota kreatif di bidang wayang kulit dari UNESCO.

Hal itu disampaikan Ketua Pepadi Solo Sarwanto saat malam puncak Merti Desa Bibis Kulon, Banjarsari, Solo, Kamis (11/7) malam. 


Dalam kesempatan itu, Sarwanto juga memberikan bocoran informasi tentang upaya yang tengah dilakukan Pemkot Solo untuk menjadikan Solo sebagai kota kreatif di bidang wayang kulit oleh UNESCO.

Sarwanto menyebut status ini akan diraih Solo pada tahun depan. Sebab itu, dia berharap Merti Desa Bibis Kulon yang selalu dilengkapi dengan pagelaran wayang kulit itu bisa juga menghadirkan workshop wayang kulit mulai dari proses produksi hingga penjualan wayang. 

"Saya usul agar tahun depan ada workshopnya karena tahun depan Kota Solo akan ditetapkan sebagai kota kreatif di bidang wayang kulit oleh UNESCO," terang dia. 

Ketua Panitia Dwi Prayitno mengucap banyak terimakasih pada pemkot, pepadi, dan seluruh masyarakat dan para tokoh yang terlibat dalam penyelenggaraan Merti Desa Bibis Kulon itu.

Kesuksesan dalam penyelenggaraan acara itu tidak lepas dari peran serta semua pihak dan warga Bibis Kulon yang selalu bergotong royong demi terlaksananya acara ini. 


"Bantuan dari Pepadi, pemerintah, dan semua pihak yang membantu demi suksesnya acara ini. Masyarakat juga ikut gotong royong," kata dia. 

Perwakilan Pemkot Solo Tuti Orbawati menyampaikan pesan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang berhalangan hadir mengajak semua masyarakat untuk melestarikan tradisi dan adat istiadat peninggalan leluhur. 


"Wayang kulit tak bisa dipisahkan dari kultur masyarakat Indonesia, kami mengajak masyatakat untuk nguri-uri sekaligus nguripi tradisi ini. Mari kita ajari anak-anak kita untuk mencintai tradisi dan budaya asli Indonesia," kata dia. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#kota kreatif #merti desa bibis kulon #wayang kulit #pepadi