RADARSOLO.COM – Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo YF Sukasno dengan tegas membantah sindiran Wali Kota Solo Respati Ardi, yang menyebutkan salah satu fraksi tidak hadir dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solo 2025-2029. Sukasno memastikan bahwa Fraksi PDIP selalu aktif dan berperan penuh dalam setiap tahapan pembahasan RPJMD.
"Saya kaget Mas Wali Kota menyampaikan statemen yang cukup keras. Tapi saya tegaskan, itu bukan Fraksi PDI Perjuangan," kata Sukasno usai rapat paripurna.
Sukasno menegaskan, Fraksi PDIP selalu mematuhi instruksi Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, yang meminta seluruh kadernya untuk aktif dalam setiap pembahasan kebijakan strategis daerah, termasuk RPJMD dan dokumen keuangan lainnya.
“Lho, sesuai instruksi Ketua DPC Bapak FX Hadi Rudyatmo, cermati RPJMD, cermati draf KUPA-PPAS. Semua anggota harus aktif ikut membahas. Kalau itu bicara untuk kepentingan rakyat, maka Fraksi PDI Perjuangan wajib bersikap proaktif. Itu garis perjuangan kami, memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Sukasno.
Sukasno menjelaskan bahwa seluruh anggota Fraksi PDIP tidak hanya hadir dalam pembahasan Pansus RPJMD, tetapi juga berkomitmen untuk meluangkan waktu hingga larut malam, termasuk dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang sering berlangsung hingga dini hari.
“Maka kami juga menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PDIP untuk aktif dalam pembahasan Pansus RPJMD, sampai malam-malam. Bahkan pembahasan Banggar sampai pukul 03.00 dini hari pun kami jalani,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fraksi PDIP juga melakukan audiensi dengan Wali Kota Solo untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai skala prioritas pembangunan yang akan dituangkan dalam APBD Perubahan.
“Kami sowan Mas Wali, minta untuk memaparkan yang menjadi skala prioritas dan prioritas anggaran di APBD Perubahan. Seluruh anggota fraksi yang duduk di komisi-komisi juga ikut memberikan masukan,” paparnya.
Sukasno juga menegaskan bahwa dalam setiap pembahasan, Fraksi PDI Perjuangan selalu mengedepankan sikap profesional, konstruktif, dan korektif. Bagi mereka, persoalan politik atau ego pribadi tidak lagi menjadi fokus utama.
“Kami tetap profesional, konstruktif, dan korektif. Bagi kami, nggak ada lagi urusan koalisi-koalisinan atau bolo-bolan, tinggalkan egoisme pribadi. Yang ada, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan harus terus menjalin komunikasi dengan seluruh fraksi di DPRD,” tegasnya.
Yang terpenting, menurut Sukasno, adalah menjaga koalisi dengan rakyat, bukan sekadar urusan politik sempit.
“Yang lebih penting itu terus menjalin koalisi dengan rakyat. Fraksi PDIP harus memperjuangkan kepentingan rakyat Kota Solo, itu komitmen kami,” tutup Sukasno. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno