RADARSOLO.COM - Sosok pria berkostum Santa Claus berlalu-lalang di lobby, lengkap dengan jubah merah, ikat pinggang hitam, dan janggut tebal, siap menyambut dan mencuri perhatian pengunjung.
Sejumlah staf hotel juga tampil kompak menggunakan busana berwarna merah marun dengan topi Santa. Senyum mereka menambah nuansa meriah khas perayaan yang sarat kehangatan.
Namun, dari semua dekorasi yang ada, yang paling mencolok dan anti-mainstream adalah sebuah pohon Natal yang materialnya tak biasa. Bukan dari bahan daun pinus atau plastik sintetis, seluruh permukaan pohon tersebut tersusun dari makanan, yaitu potongan roti baguette.
Pohon Natal setinggi 190 cm dengan diameter 200 cm ini merupakan karya seni yang fantastis. Untuk membuatnya, tim Art & Pastry The Sunan Hotel Solo menghabiskan sekitar 10 kg roti baguette yang direkatkan menggunakan white chocolate khusus.
Baguette, atau yang dikenal sebagai French bread, merupakan roti khas Prancis. General Manager The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari menjelaskan filosofi di balik pilihan material unik ini.
"Baguette dalam tradisi Prancis lebih dari sekadar makanan. Roti ini merupakan simbol kehangatan dan kesederhanaan dalam perayaan Natal bersama keluarga. Semuanya menggambarkan semangat dan energi positif menyambut Natal dan tahun baru," ujar Retno.
Retno menambahkan, pohon ini dihias dengan beragam ornamen dan pernak-pernik Natal—lampu warna-warni yang berkeliling dan figur-figur khas—memperkuat nilai keindahannya.
Ukurannya yang fantastis membuat pohon roti ini berubah menjadi pusat perhatian setiap tamu yang melintas. Dari kejauhan, ia tampak seperti pohon pada umumnya. Namun, dari dekat, detail potongan baguette yang renyah terpapar jelas.
Tim Art & Pastry The Sunan Hotel Solo membutuhkan waktu sekira empat hari penuh untuk menyelesaikan karya instalasi seni yang bisa dimakan ini.
Baguette yang digunakan dikenal dengan teksturnya yang renyah di luar, lembut di dalam, serta memiliki paduan rasa gurih yang khas, dan pengunjung bahkan bisa mencicipinya langsung di restoran hotel.
Tak heran jika banyak tamu dan pengunjung yang terpukau. Pohon anti-mainstream ini tidak hanya menyajikan pemandangan unik, tetapi juga aroma manis khas roti yang hangat. Para tamu diperbolehkan mengabadikan momen, membawa pulang kenangan Natal yang berbeda dari Solo. (nis/bun)
Editor : Kabun Triyatno