RADARSOLO.COM – Pemkot Solo menghadapi tantangan untuk mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang penghujung tahun 2025. Dengan target total PAD sebesar Rp935,35 miliar, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memproyeksikan realisasi PAD secara keseluruhan dapat mencapai angka lebih dari 84 persen pada akhir tahun.
Kepala Bapenda Kota Solo Widyastuti Pratiwiningsih mengakui bahwa optimalisasi PAD masih menjadi pekerjaan rumah. Bapenda kini memaksimalkan layanan dan menyisir potensi objek pajak baru hingga akhir tahun.
“Target PAD kita tahun ini sekitar Rp935 miliar. Prediksi bisa mencapai 84 persen secara keseluruhan. Kalau dari sektor pajak kami targetkan bisa tembus di 91-92 persen di akhir tahun ini,” kata Widyastuti, Minggu (7/11/2025).
Widyastuti menambahkan, sektor Retribusi Daerah rutin menargetkan capaian 100 persen.
Untuk mengejar target, Bapenda terus membuka pelayanan pembayaran pajak dan retribusi di berbagai lokasi, termasuk Kantor Balaikota, kantor korwil, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga layanan di Car Free Day (CFD).
Baca Juga: Gawat! Kota Solo Peringkat Kedua Kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah, 20 Kasus Baru Ditemukan Usia Remaja
Rincian target PAD tahun 2025 adalah pajak daerah sebesar Rp640 miliar, retribusi daerah Rp169,82 miliar. Selanjutnya hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp20,19 milia dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp105,34 miliar
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengajak masyarakat agar lebih tertib dalam membayar pajak dan retribusi. Ia mengingatkan bahwa dana yang disetorkan akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program yang disiapkan oleh pemerintah kota.
Isu realisasi PAD ini dianggap krusial, mengingat target PAD Kota Solo diproyeksikan naik hingga Rp1 triliun pada tahun 2026. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno