Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Puspo Wardoyo, Juragan Ayam Goreng Asal Solo Sukses Berdayakan Warga Sekitar di 8 Dapur MBG Miliknya

Silvester Kurniawan • Senin, 15 Desember 2025 | 00:57 WIB

 

Puspo Wardoyo, pendiri 8 SPPG tersebar di Kota Solo, Karanganyar dan Sukoharjo. Foto kanan, Walikota Solo Respati Ardi saat mengecek dapur SPPG yang dibangun Puspowardoyo.
Puspo Wardoyo, pendiri 8 SPPG tersebar di Kota Solo, Karanganyar dan Sukoharjo. Foto kanan, Walikota Solo Respati Ardi saat mengecek dapur SPPG yang dibangun Puspowardoyo.

RADARSOLO.COM- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menciptakan multipliereffect yang cukup besar bagi masyarakat.

Selain memastikan kecukupan gizi yang baik untuk anak-anak Indonesia, program nasional Presiden Prabowo Subianto itu juga mampu menciptakan peluang kerja masyarakat lokal.

Salah satu cerita di balik segudang manfaat program MBG datang dari Kota Solo.

Adalah Puspo Wardoyo yang juga dikenal sebagai juragan ayam goreng asal Solo, Jawa Tengah.

Dia telah mempekerjakan hampir 400 orang warga sekitar untuk bekerja di delapan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dapur MBG miliknya yang ada di Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar, Jawa Tengah.

"Kebetulan saya ini termasuk salah satu orang yang terlibat dalam pembangunan 19 SPPG pertama di Indonesia," ujarnya kepada radarsolo.jawapos.com, Selasa (2/12).

"Saya ada delapan dapur (SPPG). Empat di Karanganyar, dua di Sukoharjo, dan dua di Solo. Karyawannya semua warga lokal di sekitar SPPG dibangun," imbuhnya.

Di 8 SPPG miliknya itu, Puspo memang sengaja mengutamakan warga setempat.

Termasuk untuk kebutuhan para ahli yang ada di setiap SPPG. Seperti ahli gizi atau akuntan yang terlibat.

Jika tidak ada warga lokal yang memiliki kemampuan terkait, baru pihaknya membuka kesempatan untuk warga di wilayah kelurahan/kecamatan lain (dalam satu kabupaten/kota) untuk bekerja di SPPG.

Menurut Puspo, mengutamakan keterlibatan warga lokal menjadi kunci kesuksesan program nasional itu.

Baca Juga: Berkah Program MBG: Produksi UMKM Susu Pasteurisasi di Singosari Boyolali Melesat 300%, Suplai 20 SPPG

"Tujuan utama MBG memang meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Di sisi lain, program ini juga bisa menjadi jalan untuk meningkatkan perekonomian lokal, meningkatkan kesejahteraan warga, dan sejenisnya. Makanya diutamakan warga sekitar dulu," urainya.

Unsur kelokalan tidak hanya diterapkan untuk penjaringan karyawan.

Puspo juga mengutamakan rekanan lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang ada di SPPG miliknya.

Ia percaya konsep ini membantu perputaran ekonomi lokal menjadi semakin kuat, sehingga program nasional memberikan dampak besar bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

"Karyawan kerjanya 8 jam per hari. Jadi ada beberapa sift kerja, semuanya warga sekitar. Suplier juga demikian. Kami utamakan yang ada di sekitar dulu. Bisa dari pasar tradisional setempat atau pedagang yang ada di sekitar," ucapnya.

"Contoh sederhana saja, misal kebutuhan plastik, kami ambilnya ya dari toko yang ada di sekitar. Jadi biar sama-sama bisa dapat manfaat dari program MBG ini," lanjut dia.

2.209 Warga Lokal Diberdayakan di 47 SPPG Di Solo

Berdasarkan data Program MBG di Kota Solo, sedikitnya ada 2.209 warga lokal yang diberdayakan di 47 dapur MBG yang ada di Kota Solo.

Mereka terdiri dari berbagai kelompok kerja berbeda. Mulai dari pemorsian, pengolahan, packing, pencucian, kebersihan, driver, ahli gizi, dan akuntan.

"Sudah ada 2.209 relawan yang terlibat di 47 SPPG yang ada di Solo. Mereka bekerja sesuai tugasnya dan mendapatkan upah yang sesuai dengan UMK di masing-masing daerah," terang Priyo Widyastoko, Koordinator Progam MBG (SPPG) Wilayah Kota Solo.

"Tetapi kalau melihat dampaknya, tentu akan lebih besar karena selain meningkatkan kualitas ekonomi dari mereka yang terlibat, perputaran uangnya juga berdampak pada pedagang sekitar yang menjadi suplier itu. Kalau berdampak ke suplier tentu juga berdampak ke petani kita," pungkasnya. (ves)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#warga lokal #pemberdayaan #ahli gizi #SPPG #Mbg #Puspo Wardoyo #tenaga kerja