RADARSOLO.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo, Pemerintah Kota Solo bersama jajaran Forkompimda menggelar ziarah ke makam para tokoh penting dan leluhur pendiri kota, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi momen perdana bagi Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani memimpin ritual tahunan tersebut semenjak menjabat sebagai pejabat publik.
Rangkaian napak tilas sejarah ini dimulai dari Makam Ki Gede Sala yang berlokasi di kawasan Baluwarti, Pasar Kliwon. Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke Makam Ki Ageng Henis di Laweyan, dan diakhiri di wilayah Pengging, Boyolali.
Baca Juga: Guru Belum Dapat Transferan TPG 2026, Disdik Solo Buka Layanan Aduan Untuk Melapor
Astrid Widayani mengungkapkan bahwa ziarah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk refleksi mendalam terhadap asal-usul terbentuknya Kota Solo.
"Tujuannya adalah untuk kembali mengingat masa awal terbentuknya Kota Solo. Kami ingin merefleksikan kembali perjalanan sejarah kota ini, sekaligus memohon restu agar pembangunan Solo ke depan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Astrid usai kegiatan.
Kepemimpinan Astrid dalam prosesi ziarah kali ini dikarenakan Wali Kota Solo Respati Ardi tengah menjalankan ibadah umroh dan dijadwalkan baru kembali ke tanah air pada 21 Februari mendatang. Sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota, Astrid mengemban mandat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-281 berjalan sesuai tradisi.
"Di tahun ke-281 ini, semoga kami (Respati-Astrid) bisa menjalankan amanah memimpin kota ini dengan baik," tambah Astrid.
Pengelola Dalem Mloyokusuman sekaligus Kompleks Makam Ki Gede Sala menyambut baik konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga tradisi ziarah ini. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap situs-situs sejarah telah berjalan sangat baik dari generasi ke generasi pemimpin Solo.
Baca Juga: Belajar dari Tragedi Mongkrang, Ini Tiga Benda yang Wajib Bawa di Gunung Agar Nyawa Tidak Terancam
"Semoga Solo sebagai Kota Budaya terus maju tanpa meninggalkan sejarahnya. Harapan kami, tradisi ini tetap terjaga agar sejarah pembentukan kota terus diceritakan kepada generasi selanjutnya," ungkap perwakilan pengelola makam.
Ziarah ini menjadi pembuka dari berbagai rangkaian perayaan HUT Kota Solo yang puncaknya akan digelar pada pertengahan Februari, dengan harapan membawa semangat pembaruan yang tetap berpijak pada nilai-nilai luhur masa lalu. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno